nusabali

Kegiatan Disparbud Dipangkas

  • www.nusabali.com-kegiatan-disparbud-dipangkas

Sejumlah kegiatan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli dipangkas.

BANGLI, NusaBali

Pemangkasan ini terjadi akibat imbas APBD Bangli tahun 2019 yang defisit hingga Rp 81 miliar. Salah satu kegiatan yang terpaksa ditunda adalah penyusunan buku informasi budaya Bangli. Penyusunan buku informasi pariwisata juga bernasib sama.  

Kepala Bidang Tradisi Sejarah dan Kepurbakalaan Disparbud Bangli, I Nyoman Susila, mengatakan Bappeda sempat turun melakukan verifikasi sejumlah  kegiatan. Penyusunan buku informasi budaya Bangli dengan anggaran Rp 100 juta ditiadakan. “Rencananya buku tersebut berisikan potret tentang kebudayaan Bangli,” jelas Susila, Rabu (21/8). Buku itu rencananya diberikan kepada masyarakat yang berkeinginan mengetahui secara rinci tentang budaya di Bangli. “Karena ada pertimbangan khusus maka penyusunan buku ditunda,” tegasnya.

Ditambahkan, buku informasi pariwisata juga tertunda. Anggaran pengadaan jasa  pembuatan buku Rp 100 juta. Sementara kegiatan di bidang kesenian semuanya bisa berjalan, termasuk di dalamnya penciptaan karya seni yakni tari Gumitir. Kabid Kesenian Disparbud Bangli, I Nyoman Wiradana mengatakan dari tiga kegiatan yang tersusun semuanya bersumber dari anggaran PHR Badung dan Denpasar sehingga bisa berjalan sesuai harapan. Tiga kegiatan itu yakni persiapan Pesta Kesenian Bali (PKB). “Secara fisik hampir 90 persen sudah berjalan, tinggal evaluasi saja,” terangnya.

Kegiatan yang sudah berjalan yakni pementasan kesenian Bangli, seperti pagelaran seni budaya HUT Kota Bangli dan 17 Agustus. Serta persiapan duta kesenian Bangli yang nantinya ikut berpartisipasi dalam HUT Kota Negara. Kegiatan yang berjalan juga mencakup penciptaan karya seni yakni menciptakan tari Bunga Gumitir. “Anggaran menciptakan tari Bunga Gumitir Rp 90 juta. Tari sudah sempat dipentaskan oleh anak-anak SMKN 4 Bangli,” terangnya. Tarian ini digarap oleh Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Nyoman Cerita. *esa

loading...

Komentar