nusabali

Dilaporkan Hilang, Nelayan Ditemukan Lemas di Laut

  • www.nusabali.com-dilaporkan-hilang-nelayan-ditemukan-lemas-di-laut

Sempat dilaporkan hilang di laut, seorang nelayan asal Banjar Kubu Anyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Kadek Suardika, 38, ditemukan selamat.

SINGARAJA, NusaBali

Korban Kadek Suardika ditemukan dalam kondisi lemas pada sebuah rumpon di tengah laut, Minggu (18/8) pagi. Usut punya usut, nelayan berusia 38 tahun ini kecelakaan di laut gara-gara mengantuk, lalu perahunya menenabrak rumpon hingga terbelah dan nyaris tenggelam.

Peristiwa yang sempat membuat resah keluarga dan teman nelayan lainnya itu bermula saat korban Kadek Suardika berangkat melaut, Sabtu (17/8) dinihari sekitra pukul 03.00 Wita. Ayah tiga anak dari pernikahannya dengan Kadek Sariani  ini melaut seorang diri untuk menangkap ikan.

Sabtu siang sekitar pukul 13.00 Wita, Kadek Suardika yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Segara Sejahtera Kubutambahan putuskan pulang dari laut, setelah mendapat tangkapan dua ekor ikan tuna dengan berat masing-masing 25 kilogram. Saat dalam perjalanan pulang, Suardika bertemu dengan anggota Kelompok Nelayan Segara Sejahtera Kubutambahan lainnya, Ketut Widiasa, di tengah laut.

Perahu Suardika dan Widiana kemudian berjalan beriringan. Suardika sendiri akhirnya tertinggal, karena perahunya sempat mati mesin dan harus mengisi bahan bakar lagi. Nah, Widiasa yang berada di posisi depan awalnya terus mengontrol dan sesekali menoleh ke belakang. Karena Suardika dilihat sudah melaju lagi setelah mengisi bahan bakar perahunya, Widiasa pun langsung tancap gas menuju daratan.

“Saya sudah tiba di darat sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, saya tidak curiga karena setelah mengisi bahan bakar, dia (korban Suardika, Red) sudah jalan lagi perahunya,” ungkap Widiasa yang masih kerabat korban Suardika, Minggu kemarin.

Ternyata, korban Suradika mengalami kecelakaan di tengah laut, sehingga tak kunjung tiba di darat. Gara-gara Suardika mengantuk, katir kanan perahunya menabrak sebuah rumpon di tengah laut yang berjarak sekitar 15 kilometer dari garis Pantai Kubutambahan. Menurut pe-ngakuan Suardika, peristiwa menabrak rumpon tersebut terjadi sore sekitar pukul 15.00 Wita.

“Pas saat perahu nabrak rumpon, saya terkejut dan loncat ke rumpon. Perahu bagian belakang terbelah,” tutur korban Suardika saat ditemui di rumahnya di Banjar Kubu Anyar, Desa Kubutambahan, Minggu sore.

Suardika langsung berusaha menyelamatkan perahunya yang terbelah dengan mengikatnya di rumpon, Suardika sendiri memilih tetap berada di atas rumpon, sambil menunggu ada perahu nelayan melintas. Hanya saja, hari yang semakin gelap dan gelombang mulai tak bersahabat, membuat harapannya semakin tipis.

“Saya sudah pasrah, takut juga dalam hati, karena sampai malam tidak ada perahu atau kapal yang lewat. Gelombang juga besar sampai tiga meteran. Saya hanya ingat pegangan di rumon saja,biar tidak jatuh ke laut,” katanya.

Setelah sehari semalam terombang-ambing di tengah laut tanpa alat komunikasi dan bekal makanan, Suardika akhirnya terselamatkan, Minggu pagi sekitar pukul 06.00 Wita, ketika nelayan lain yang naik tiga perahu berbeda menemukannya dalam koindisi lemas di atas rumpon. Adalah Gede Angga Yasa, salah seorang anggota Kelompok Nelayan Segara Sejahtera Kubutambahan, yang pertama kali menemukan korban Suardika terduduk lemas di atas rumpon.

Setelah ditemukan lemas, korban Suardika kemudian dijemput Tim SAR Pos Buleleng untuk diajak ke darat. Suardika pun disambut haru oleh keluarganya, serta aparat desa, Bhabinkamtibmas Kubutambahan, yang sudah menunggunya di tepi pantai. Bahkan, sang istri, Kadek Sariani, juga ikut menunggu di tepi pantai.

Menurut Gede Angga Yasa, pihak keluarga sempat panik karena Suardika tidak kunjung pulang dari melaut. Karena panik, pihak keluarga melaporkan hilangnya Suardika ke aparat desa, Sabtu petang pukul 18.00 Wita. Hanya saja, karena kondisi sudah gelap, diputuskan untuk menunggu hingga larut malam. Namun sayang, korban Suardika belum juga pulang, sampai akhirnya ditemukan lemas, Minggu pagi.

“Kalau mencari ikan di tengah luat memang tidak pasti, kadang masih malam belum dapat tangkapan. Belum lagi gelombang pasang dan cuaca buruk. Pengalaman melaut, pulang malam pukul 22.00 hingga 24.00 Wita sudah biasa. Makanya, kami sepakati menunggu Kadek Suardika sampai dinihari pukul 01.00 Wita,” jelas Angga Yasa di rumah Suardikaa, Minggu sore.

Menurut Angga Yasa, karena Suardika tak kunjung pulang, maka Kelompok Nelayan Segara Sejahtera Kubutambahan akhirnya memutuskan turun ke laut untuk melakukan pencarian korban, Minggu subuh pukul 05.00 Wita. Mereka melakukan pencarian dengan menggunakan 3 unit perahu. Satu jam kemudian, tepatnya pukul 06.00 Wita, korban Suardika akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas di atas rumpon. *k23

Komentar