nusabali

Bupati Mahayastra Minta Warga Lebih Turunkan Baliho

  • www.nusabali.com-bupati-mahayastra-minta-warga-lebih-turunkan-baliho

Bupati Gianyar Made ‘Agus’ Mahayastra dan Wabup AA Gde Mayun, menemui warga Desa Lebih, Gianyar yang terdampak asap dari TPA Temesi, Senin (12/8) malam.

GIANYAR, NusaBali

Tujuannya, untuk bersama-sama mencari solusi terkait paparan asap dimaksud. Saat itu pula, Bupati Mahayastra meminta untuk bersabar dan menurunkan baliho protes akibat terdampak asap TPA Temesi.

Menurut Perbekel Lebih, Ni Wayan Gria Wahyuni, kedatangan Bupati dan Wakil Bupati disambut ratusan warga. "Kemarin malam Bapak Bupati datang ke Desa Lebih bertemu masyarakat pukul 20.00 Wita, dan diikuti oleh sekitar 100 warga," terangnya, Selasa (13/8).

Dia mengakui dalam pertemuan itu, Bupati meminta warga bersabar dan menurunkan baliho yang dianggap dapat menimbulkan provokasi. Pihak Pemkab masih mengkaji keberadaan TPA Temesi.

Di TPA sendiri pihak pemkab melalui petugas Pemadam Kebakaran telah berbuat maksimal memadamkan sumber titik api.

"Patut dibanggakan karena tokoh masyarakat Lebih dan pejabat Pemkab mau menyelesaikan masalah ini dengan duduk bersama," paparnya.

Dia mengaku, dalam APBDes Perubahan 2019, Desa Lebih telah menganggarkan kegiatan pelatihan bank sampah dan pengelolaan lingkungan bersih. Pada tahun 2020 penanganan sampah di desa setempat akan menjadi skala prioritas. Mulai dari peminjaman lahan dan pengajuan ke badan aset. "Masalah ini menjadi penyadaran bagi masyarakat semua untuk memilah sampah. Ini gerakan untuk kebaikan masyarakat desa lebih untuk jangka panjang," imbuhnya.

Secara terpisah, Kasatpol PP dan Damkar Gianyar I Made Watha mengatakan, petugas Damkar telah mengoptimalkan empat armada pemadam kebakaran khusus menangani TPA Temesi. “Total ada sembilan armada. Lima di antaranya stanby di Pos Induk, Pos Ubud dan Pos Sukawati. Karena berdasarkan catatan kami, kejadian kebakaran relatif sering terjadi. Di bulan Mei, bahkan sampai 30 titik kebakaran,” jelasnya. Jelas Watha, untuk tenaga yang bertugas di TPA Temesi pun dirolling setiap waktu. Tujuannya untuk menjaga kesehatan para petugas. Watha mengklaim langkah Damkar sudah all out memadamkan api di TPA Temesi. Dia melaporkan sampai ada petugas Damkar yang merasakan mata perih panas, kuku selem (hitam) dan ada juga yang sampai sakit paru-paru karena menghirup asap yang berbau. *nvi

loading...

Komentar