nusabali

Polisi Bongkar Praktik Aborsi di Klinik Bekasi

  • www.nusabali.com-polisi-bongkar-praktik-aborsi-di-klinik-bekasi

Ada Janin di Tong Sampah

BEKASI, NusaBali
Polsek Tambun membongkar praktik aborsi ilegal di sebuah klinik di kawasan Tambun, Bekasi. Di lokasi tersebut polisi mengamankan sejoli yang baru saja menggugurkan kandungan.

"Jadi yang diamankan itu ada 1 orang pemilik, 1 perempuan pekerja klinik, 1 orang perempuan yang aborsi dan pasangannya 1 orang," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Kumara, Senin (10/8).

Keempat pelaku yang diamankan yakni Al (50) selaku pemilik klinik, MPN (25) selaku pekerja di klinik, serta perempuan berinisial HM (25) dan pasangannya WS (40) yang merupakan sepasang kekasih.

Kapolsek Tambun Kompol Rahmat Sujatmiko mengatakan kasus itu terungkap setelah polisi menerima informasi dari masyarakat. Diketahui, di klinik tersebut baru ada orang yang melakukan aborsi.

"Dapat informasi dari masyarakat, bahwa di lokasi ada pasien yang selesai aborsi, terus kita tim dari Polsek Tambun untuk mengecek lokasi, melengkapi administrasi. Ternyata benar infonya (praktik aborsi)," ujar Rahmat Sujatmiko saat dimintai konfirmasi, Senin (12/8).

Polisi mengecek klinik yang terletak di Jalan Pendidikan, Kampung Siluman, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (7/8).

Rahmat mengatakan klinik tersebut telah beroperasi selama tiga tahun. Ia memastikan klinik dan para karyawannya tak memiliki izin melakukan kegiatan medis.

"(Pasien) sudah banyak. (Kegiatan) aborsi baru sekali pengakuannya," ujar Rahmat. Rahmat mengatakan klinik tersebut merupakan klinik umum. Di lokasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti untuk peralatan aborsi.

Saat ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Polisi masih mendalami sudah berapa lama mereka melakukan praktik aborsi tersebut.

Dari lokasi, Polisi mengamankan wanita berinisial HM (25) saat sedang melakukan aborsi di Klinik berlabel “Aditama Medika Tambun” , Bekasi. Bukti adanya praktik aborsi diperkuat dengan penemuan janin di lokasi.

"Janinnya juga ada, di bak sampah," kata Rahmat. Rahmat mengatakan, janin tersebut berusia sekitar 6 minggu. Polisi masih mendalami alasan HM mengaborsi kandungannya. "Entah karena malu atau apa masih kami dalami," imbuhnya. *

loading...

Komentar