nusabali

Tebing Tusan Dipasangi Saluran Air

  • www.nusabali.com-tebing-tusan-dipasangi-saluran-air

Longsor material di tebing itu tak hanya rentan menimpa pemakai jalan di bawahnya. Arus lalulintas di jalan setempat pun dibuat macet.

Hentikan Langganan Longsor Setiap Hujan


SEMARAPURA, NusaBali
Tebing di sisi barat Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, tepatnya perbatasan Kabupaten Klungkung - Gianyar, kerap menjadi langganan tanah longsor saat hujan. Guna mencegah tanah longsor, Pemkab Klungkung akan memasang saluran air.

Sebagaimana diketahui, longsor material di tebing itu tak hanya rentan menimpa pemakai jalan di bawahnya. Arus lalulintas di jalan setempat pun dibuat macet karena tertutup material longsor. Biasanya material longsor termasuk batang pohon yang tumbuh di tebing. Selain tanah tebing yang cukup labil, longsor ini juga disebabkan oleh rembesan air hujan dari atas yang langsung menghantam tebing.

Untuk itu Pemkab Klungkung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menata tebing tersebut berserta titik perbatasan Banjarangkan-Gianyar. Kabid Cipta Karya, Dinas PUPR Klungkung Anak Agung Duarasoma, saat ditemui Rabu (7/8) di kantornya, mengatakan penataan ini sekaligus untuk mengembangkan destinasi pariwisata di areal Tukad Melangit di bawahnya. Lokasi ini sangat memungkinkan dibuatkan spot selfie, dan rest area sampai ke sungai.

Jelas dia, anggaran untuk menata secara keseluruhan di lokasi ini cukup besar, terutama pembangunan dinding penahan tanah (DPT). Maka penataan dilakukan secara bertahap. Tahun 2019 penataan dianggarkan Rp 2 miliar, untuk membuat saluran air di atas tebing dan spot selfie di bawahnya. Selanjutnya menata pintu masuk di titik perbatasan Banjarangkan -Gianyar.

Agung Duarasoma menambahkan, pembuatan saluran air di atas tebing karena saat terjadi hujan air dari pemukiman warga di atasnya langsung turun ke tebing sehingga rentan memicu longsor. “Kami buat saluran air agar tidak langsung nembak ke tebing, namun mengalir ke samping,” katanya.

Lanjut dia, tender proyek ini akan dilakukan di ULP (Unit Layanan Pengadaan) dengan target proyek ini bisa selesai akhir 2019. Sementara untuk Dinding Penahan Tanah (DPT) belum bisa dilakukan tahun ini, karena memerlukan dana cukup besar. “Untuk kegiatan ini kami sudah koordinasi dengan warga, tahun depan dilakukan perencanaan secara menyeluruh,” katanya. *wan

loading...

Komentar