nusabali

Ekonomi Bali Tumbuh 5,64 Persen

  • www.nusabali.com-ekonomi-bali-tumbuh-564-persen

Ekonomi Bali  Triwulan II 2019, tumbuh 5,64 persen. Dibanding periode yang sama pada 2018, pertumbuhan 5,64 persen melambat.

DENPASAR, NusaBali

Karena padaTriwulan II 2018, ekonomi Bali tumbuh 6 persen lebih. Namun demikian, pertumbuhan ini, tetap positif karena masih diatas pertumbuhan nasional 5,05 persen.  “Kita berharap hal ini bisa dipahami,” ujar Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho, Senin (5/8).

Karena secara internasional, situasi perekonomian masih belum habis dari  tekanan. Di antaranya perang dagang ( China versus AS), dan berbagai kelesuan lainnya.”Itu diisyaratkan banyak negara yang pertumbuhan ekonominya melambat,” kata Adi Nugroho.

Dari penjelasan Adi Nugroho, pelaksanaan hajatan Pemilu, (Pileg dan Pilpres) tempo hari secara tak langsung berimbas positif bagi pertumbuhan ekonomi Bali (nasional). Kata dia, ada faktor belanja yang tidak biasa (belanja pemilu) yang membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Bali. “Jadilah itulah faktor pendorongnya,” jelas Adi Nugroho. Selain itu pada periode bersamaan, April- Mei- Juni, ada hari raya keagamaan di antaranya Lebaran dan pencairan gaji ke -13 atau THR. Kata Adi Nugroho, tambahan uang beredar itulah yang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali.

Sedang yang menghambat, adalah kondisi kepariwisataan yang memang belum membaik. Karena untuk Bali, sektor pariwisata adalah penunjang utama perekonomian Bali.”Kita tahu pariwisata masih belum, baru membaik akhir bulan triwulan II (Juni),” jelasnya.

Menurut Adi Nugroho, harga tiket pesawat yang mahal, kemudian situasi atau semangat pariwisata internasional yang terganggu oleh berbagai tekanan, menyebabkan kunjungan wisman ke Bali menurun, sehingga berpengaruh pada pariwisata Bali.

Namun demikian secara keseluruhan, hampir semua sektor lapangan usaha kecuali sektor pertambangan member pertumbuhan positif pada perekonomian Bali triwulan II 2019. Di antaranya lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reperasi mobil dan sepeda motor tumbuh 10,97 persen. Jasa Keuangan dan Asuransi tumbuh 9,05 persen. Disusul konstruksi 8,11 persen.

Tingginya pertumbuhan perdangangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor, jelas Adi Nugroho, didorong oleh kebutuhan domestik. Hal itu tercermin dari peningkatan pembelian kendaraan baik mobil maupun sepeda motor. Data pajak pembelian kendaraan di Dinas Pendapatan Provinsi Bali, yang meningkat 26,34 persen dibanding dengan triwulan II 2018.

Sedang lapangan usaha pertambangan tumbuh negatif -8,12 persen. Lahan pertambangan (pasir) yang semakin berkurang, faktor cuaca seperti hujan lebat dan ketatnya regulasi perizinan kegiatan pertambangan dan penggalian,diduga  menyebabkan menurunnya pertumbuhan lapangan sektor pertambangan. *k17

Komentar