nusabali

Umanis Kuningan, Warga Serbu Pantai

  • www.nusabali.com-umanis-kuningan-warga-serbu-pantai

Sepanjang pesisir selatan Kabupaten Gianyar tetap menjadi lokasi liburan favorit masyarakat saat Umanis Kuningan, Minggu (4/8).

GIANYAR, NusaBali

Guna mengantisipasi ancaman  keselamatan pengunjung, 23 anggota Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Gianyar bersiaga di wilayah pantai setempat.

Selain untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Balawista juga memberikan informasi maupun himbauan agar tidak melanggaran di tempat yang telah termpampang papan larangan berenang. Pantai yang ada di Gianyar mencapai 15,5 km, dari Pantai Siyut, Desa Tulikup, Gianyar - Pantai Lembeng, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati.

Salah seorang anggota Balawista, Ketut Mardiana, Minggu (4/8), menjelaskan sebayak 23 orang Balawista dibagi untuk ditempatkan pada pos-pos yang telah ditetapkan untuk giat hari raya kali ini. Untuk satu area pantai atau obyek wisata itu dijaga dua - empat anggota. "Kami juga perhitungkan mana pantai yang banyak dikunjungi dan tidak, yang banyak kita tambahkan juga anggota,” paparnya.

Pria asli Desa Lebih, Gianyar ini juga mengaku pantai yang rawan di Gianyar yakni Pantai Masceti, Pantai Saba, Pantai Rangkan, Cucukan, dan Lebih. Karena ombak pantai ini tidak menentu. Namun dalam kondisi cuaca kini, gelombang masih sedang dan tidak membahayakan pengunjung yang ingin berenang.

Selain bertugas untuk menyelamatkan ketika ada bencana di pantai, Mardiana mengaku bertugas mengingatkan agar pengunjung tidak melanggar larangan ketika sudah berisikan dilarang berenang. “Kami juga imbau pengunjung agar tidak melanggar tempat yang sudah ditentukan dilarang berenang. Karena itu akan membahayakan pengunjung sendiri. Kadang ada yang tidak menghiraukan pengumuman yang sudah terpampang larangan,” terangnya.

Dia menambahkan, saat ini tinggi gelombang sepanjang pantai wilayah Gianyar masih sedang. Dengan ketinggian gelombang kurang dari semeter, layak untuk digunakan berenang. Selain berkoordinasi dengan pecalang desa yang mewilayahi masing-masing pantai, dia mengaku berkoordinasi juga dengan Polisi Air Polres Gianyar. “Selain kami berkoordinasi dengan pecalang, ada juga dari anggota Pol Air. Sedangkan untuk jaganya, kami mulai dari pukul 07.30 sampai pukul 18.30 Wita. Jadi kami pantang pulang sebelum matahari terbenam,” imbuhnya. *nvi

loading...

Komentar