nusabali

Arnawa Gagal Jadi Ketua Dewan

  • www.nusabali.com-arnawa-gagal-jadi-ketua-dewan

Gagalnya Arnawa cerminkan tarung kuat elite di Tabanan, Dirga disebut-sebut ‘geng’ Bupati Eka Wiryastuti dan Arnawa ‘geng’ Wabup Sanjaya.

DPP PDIP Tetapkan Ketua DPRD Kabupaten/Kota Se Bali


DENPASAR, NusaBali
Rekomendasi DPP PDIP terkait penunjukan kader untuk menjabat Ketua DPRD Kabupaten dan Kota se Bali periode 2019-2024 diserahkan Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, di Kantor DPD PDIP Bali, Jalan Banteng Baru Niti Mandala Denpasar, Jumat (2/8) sore. Dari 9 Kabupaten dan Kota, hanya I Komang ‘Komet’ Arnawa yang terpental alias gagal menjadi Ketua DPRD Tabanan. Padahal sebelumnya Arnawa diusulkan menjadi Ketua DPRD Tabanan oleh DPC PDIP Tabanan.

Penyerahan rekomendasi kemarin tidak dalam acara resmi kepartaian. Begitu penyerahan oleh Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, langsung sesi foto dokumentasi dan bubaran. Dalam penyerahan Rekomendasi DPP semua kader PDIP yang diplot menjadi Ketua DPRD di Kabupaten dan Kota hadir langsung menerima surat rekomendasi.

Secara mengejutkan yang menjadi Ketua DPRD Tabanan justru, I Made Dirga, politisi asal Desa Sudimara, Kecamatan/Kabupaten Tabanan. Padahal sebelumnya Komet Arnawa digadang-gadang menjadi kandidat kuat Ketua Dewan. Bahkan Komet Arnawa namanya cukup diunggulkan bakal melenggang.

Gagalnya Komet Arnawa mencerminkan pertarungan kuat antara elite di Tabanan. Dirga disebut-sebut sebagai ‘geng’ Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Tabanan dua periode (2010-2015 dan 2015-2020) yang juga putri tokoh gaek PDIP Bali, Nyoman Adi Wiryatama, politisi asal Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan yang kini menjabat Ketua DPRD Bali.

Sementara Arnawa sendiri ‘geng’ Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya yang juga Ketua DPC PDIP Tabanan. Dua kubu ini baik Eka Wiryastuti dan Komang Sanjaya sudah cukup lama bersaing dalam mewarnai PDIP Tabanan.

Informasi yang dihimpun NusaBali, pertarungan Arnawa dan Dirga ini sempat memanas di dalam proses pengusulan Ketua DPRD Tabanan. Sinyal Arnawa bakal terpental pun sudah terlihat ketika Sekretaris DPC PDIP Tabanan ini diundang rapat di DPD PDIP Bali, beberapa waktu lalu. Agendanya rapat disebut-sebut membahas kandidat pimpinan dewan di ‘Gumi Lumbung Beras’ yang sempat alot di daerah. Saat itu NusaBali menyaksikan langsung bagaimana Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, usai memimpin rapat, ketika hendak meninggalkan Kantor DPD PDIP Bali diikuti oleh Komet Arnawa sampai masuk ke mobil dinas yang terparkir di lobi Kantor DPD PDIP Bali.

Saat itu Koster dari dalam mobil dinasnya mengingatkan Arnawa supaya bersabar. “Sudahlah Met (maksudnya Komet Arnawa, red) sabar dulu,” ujar Koster yang dijawab “Siap” oleh Komet saat itu.

Rupanya saat itu rapat membahas jabatan pimpinan dewan agak tegang di dalam. Bocoran yang diperoleh NusaBali, Koster sampai turun tangan mendinginkan suasana supaya semua kader menerima keputusan DPP. Termasuk Komet Arnawa yang terpental. Akhirnya terbukti dalam penyerahan SK kemarin dari 9 kandidat hanya Arnawa saja yang meleset.  Sementara kandidat di 8 Kabupaten dan Kota yang lain sesuai dengan usulan.

Sedangkan kandidat Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, tidak terlihat kemarin. Sementara untuk SK Ketua DPRD Bali belum diserahkan. Para kandidat Ketua DPRD Kabupaten dan Kota yang menerima SK kemarin, yakni I Gusti Ngurah Gede yang menjabat Ketua DPC PDIP Denpasar (sebagai Ketua DPRD Denpasar), I Made Dirga, Wakabid Kaderisasi dan Ideologi DPC PDIP Tabanan (sebagai Ketua DPRD Tabanan), Ni Made Sri Sutharmi yang menjabat Sekretaris DPC PDIP Jembrana (Ketua DPRD Jembrana), Gede Supriatna, Sekretaris DPC PDIP Buleleng (menjabat Ketua DPRD Buleleng), I Gede Dana, Ketua DPC PDIP Karangasem (menjabat Ketua DPRD Karangasem, Anak Agung Gede Anom, Ketua DPC PDIP Klungkung (menjabat Ketua DPRD Klungkung), I Wayan Diar, Sekretaris DPC PDIP Bangli (menjabat Ketua DPRD Bangli), dan I Wayan Tagel Winarta, Sekretaris DPC PDIP Gianyar (menjabat Ketua DPRD Gianyar).

Sekretaris DPD PDIP Bali, I Gusti Ngurah Jaya Negara, membenarkan memang sudah ada penyerahan rekomendasi DPP terkait dengan penunjukan kader yang akan menjabat Ketua DPRD Kabupaten dan Kota.

“Ya  diserahkan oleh Pak Ketua (Koster), kita-kita hanya mendampingi. Ini sudah keputusan DPP, tadi (kemarin, red) diserahkan,” ujar Wakil Walikota Denpasar ini.

Selanjutnya menurut Jaya Negara, proses penetapan akan berjalan di DPRD kabupaten dan kota masing-masing. Berdasarkan hasil Pileg 2019 PDIP dipastikan memang menjadi pemenang di 9 kabupaten dan kota dengan penguasaan kursi parlemen yang signifikan. Sehingga dipastikan berhak atas jabatan ketua dewan.

“Rekomendasi itu baru diserahkan kepada fraksi istilahnya. Nanti penetapan kan ada di masing-masing DPRD Kabupaten dan Kota, menyesuaikan dengan komposisi jabatan pimpinan dewan berdasarkan hasil Pileg 2019. Kalau PDIP mendapatkan kursi ketua, maka Rekomendasi DPP wajib dilaksanakan,” kata mantan Ketua DPC PDIP Denpasar ini.

Terkait rekomendasi Ketua DPRD Tabanan yang jatuh ke tangannya, I Made Dirga membenarkan bahwa dirinya dipanggil untuk mengambil rekomendasi calon Ketua DPRD Tabanan ke Kantor DPP PDIP Bali, Jumat (2/8) sekitar pukul 15.00 Wita. "Nggih tiyang tadi dipanggil ambil rekomendasi ke DPP bersama dengan calon Ketua DPRD se Bali," ujar Dirga.

Dikatakan dengan direkomendasikan Ketua DPRD Tabanan tersebut sebagai kader Dirga mengaku siap jalankan keputusan partai. "Artinya sama-sama kita di Tabanan solid, apapun itu keputusan partai," kata politisi asal Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan ini.

Dirga yang merupakan peraih 12.153 suara pada Pileg 2019 ini juga mengaku saat digelar rapat internal di Kantor DPC PDIP Tabanan sebelumnya memang nama dirinya tidak diusulkan. "Ya tidak diusulkan saat itu," ungkapnya.

Terpisah Sekretaris DPC PDIP Tabanan, I Nyoman Arnawa, yang terpental padahal sebelumnya namanya diusulkan DPC PDIP Tabanan sebagai ketua dewan saat dikonfirmasi, semalam mengaku memang mendengar informasi bahwa dirinya tidak direkomendasikan menjadi Ketua DPRD Tabanan. "Ya saya dengar informasi begitu, resminya belum," ujarnya.

Diakuinya, meski dia menjabat sebagai Sekertaris DPC PDIP Tabanan tidak diberikan jabatan dia mengaku tunduk kepada keputusan partai. "Apapun yang menjadi keputusan partai sekalipun saya menjadi sekretaris DPC, tidak masalah, saya tunduk dengan perintah partai," imbuhnya.

Disinggung apakah tidak merasa dikhianati, politisi asal Desa Wongaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Tabanan ini mengatakan tidak ada. Sebab kewenangan keputusan rekomendasi ada pada Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Kalau ngomong dikhianati sih tidak ada, karena kewenangannya ada di Ibu ketua umum. Saya tunduk dengan aturan partai," tegas Arnawa yang memperoleh suara 11.126 pada Pileg 2019 ini.  Arnawa sendiri mengaku diusulkan namanya saat digelar rapat internal, Jumat (12/6) lalu di Kantor DPC PDIP Tabanan. "Ya saya sendiri diusulkan saat itu, nah kenapa keluar orang lain? Apa ada lobi-lobi, saya tidak tahu yang jelas sudah ibu ketua umum memutuskan saya tunduk," tandasnya.

Terkait kesiapan menjalankan amanah partai juga diungkapkan Ketua DPC PDIP Klungkung, AA Gde Anom. “Intinya saya siap menjalankan amanah partai, untuk kepentingan masyarakat dan partai,” ujarnya. Gung Anom berharap nantinya legislatif dan eksekutif bisa makin bersinergi, karena ibarat suami istri. Maka tidak boleh jalan sendiri-sendiri.

Sedangkan Ketua DPRD Badung, Putu Prawata, yang kembali direkomendasikan jabat posisi ketua dewan memastikan DPC PDIP Badung telah menerima surat keputusan dari induk partai. "Kita sudah terima, tapi kita sampaikan dulu dalam rapat DPC PDIP Badung," ujarnya. *nat, des, wan, asa

Komentar