nusabali

Diduga Tercemar Racun, 600 Kg Ikan Nila Mati

  • www.nusabali.com-diduga-tercemar-racun-600-kg-ikan-nila-mati

Polisi telah mengambil sampel berupa tanah di dasar kolam, tanah di dasar aliran sungai induk dan pintu masuk ke kolam, serta tanah pada aliran pembuangan air kolam.

TABANAN, NusaBali

Ikan di kolam pancing air deras Be Fish milik I Gede Putu Arif Novisa di Banjar Subamia Bale Agung, Desa Subamia, Kecamatan/Kabupaten Tabanan mendadak mabuk lalu mati pada Sabtu (27/7). Belum jelas penyebab ikan nila tersebut mati, namun ada dugaan ikan tercemar racun. Akibat kejadian itu sekitar 600 kilogram ikan mati, dan korban mengalami kerugian sekitar Rp 27 juta.

Informasi yang dihimpun, peristiwa pertama kali diketahui pada Sabtu (27/7) sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu salah seorang saksi I Gede Made Dwipa Adi Parwata, 36, melihat puluhan ikan mabuk atau sempoyongan. Lalu sekitar pukul 21.00 Wita atau sekitar 3 jam kemudian, ikan nila didapati mati terapung.

Kejadian itu disampaikan kepada korban I Gede Putu Arif Novisa. Setelah beberapa menit kemudian banyak ikan menyusul mati hingga mencapai 600 kilogram. Melihat hal tersebut korban dan rekannya pun membersihkan ikan yang mati dan mengganti air kolam yang diduga tercemar racun hingga kolam kering.

Karena merasa dirugikan dan terjadi pencemaran lingkungan, korban pun melapor ke Polsek Tabanan pada Minggu (28/7). Peristiwa tersebut mengakibatkan ikan nila yang berumur 5 bulan dengan berat antara 200 – 250 gram mati, dengan kerugian material mencapai Rp 27 juta.

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta, mengatakan setelah mendapat laporan dari warga, pada Minggu siang, polisi Polsek Kota langsung ke lokasi kejadian.

Di lokasi kejadian, polisi telah mengambil sampel berupa tanah di dasar kolam, tanah di dasar aliran sungai induk dan pintu masuk ke kolam, serta tanah pada aliran pembuangan air kolam. “Sampel tersebut sudah kami kirim ke Laboratorium Forensik Cabang Denpasar untuk dilakukan penelitian,” ujarnya.

Tetapi dilihat dari ikan yang mati karena mabuk, diperkirakan ikan tersebut keracunan. Bahkan saat di lokasi juga tercium bau menyengat dari dalam kolam. “Namun kami belum bisa memastikan, apakah air yang mengalir ke kolam tercemar atau bagaimana, ini belum diketahui. Saat ini kami masih lidik dan menunggu hasil laboratorium,” tandas Iptu Budiarta.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Kota Tabanan Iptu I Nyoman Artadana, menyatakan belum bisa memastikan terkait matinya ikan milik korban, apakah karena pencemaran lingkungan atau cuaca. Sebab saat ini masih menuggu hasil lab dari beberapa sampel yang sudah dibawa ke Labfor Cabang Denpasar. “Ini kejadian Sabtu (27/7), tetapi dilaporkan Minggu (28/8). Bagusnya dilaporkan saat kejadian, supaya dapat mengambil air kolam pascakejadian,” ujarnya.

Dikatakannya, korban memiliki lima kolam. Seluruh kolam dialiri air dari irigasi subak. Empat kolam dialiri dari aliran Subak Subamia bagian atas, dan satu kolam dialiri air dari Subak Subamia bagian bawah. Sedangkan ikan yang mati ada di kolam yang dialiri air dari subak bagian bawah. Sementara ikan yang ada di empat kolam yang dialiri subak bagian atas tidak terpengaruh.

“Pemilik juga terkejut atas kejadian ini, memang sempat mencium bau aneh saat kejadian, apakah karena hal lain atau ikannya yang sudah mati timbulkan bau busuk. Ini yang belum bisa dipastikan karena kita harus tunggu uji lab,” tegasnya. *des

Komentar