nusabali

Tukang Suwun Terjebak dalam Lift Pasar Badung

  • www.nusabali.com-tukang-suwun-terjebak-dalam-lift-pasar-badung

Dievakuasi Setelah 45 Menit Terjebak, Dadong Lipur Langsung Nangis

DENPASAR, NusaBali

Seorang nenek asal Banjar Tektek, Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Ketut Lipur, 69, bikin heboh pedagang dan pengunjung di Pasar Badung, Jalan Gajah Mada Denpasar, Senin (22/7) pagi. Masalahnya, dadong (nenek) yang kesehariannya maburuh sebagai tukang suwung (buruh angkut barang) ini terjebak selama 45 menit di dalam lift Lantai II Pasar Badung.

Dadong Ketut Lipur terjebak gara-gara lift di Lantai II Pasar Badung mendadak macet, Senin pagi sekitar pukul 07.35 Wita. Saat terjebak di dalam lift, Dadong Lipur masih menjinjing buah melon dalam keranjang yang dibawanya dari basement (lantai bawah tanah). Ketika itu, tukang suwun di Pasar Badung ini baru saja mengambil buah melon menggunakan keranjang dari basement untuk dibawa naik ke Lantai II.

Awalnya, Dadong Lipur naik lift dari basement bersama seorang temannya sesama tukang suwun. Namun, temannya itu hanya naik lift sampai Lantai I, sementara Dadong Lipur lanjut ke Lantai II. Nah, ketika lift bergerak dari Lantai I ke Lantai II Pasar Badung, tiba-tiba macet. Pintu lift tidak bisa dibuka.

Panik karena pintu lift tak bisa dibuka, Dadong Lipur pun menggedor-gedor pintunya dari dalam, namun tidak ada yang mendengarnya. Ssampai akhirnya seorang pedagang sayur, Ni Wayan Partini, 58, yang berjualan tepat di depan lift Lantai II, mendengar ada suara gaduh dari dalam lift. Tapi, Wayan Partini tidak mengetahui bahwa ada orang terjebak di dalam lift.

Dadong Lipur baru diketahui terjebak setelah ada salah satu pengunjung Pasar Badung hendak turun dari Lantai II menggunakan lift yang ternyata pintunya tidak bisa dibuka. Saat itulah pengunjung tersebut mendengar jeritan Dadong Lipur dari dalam lift. Pengunjung tersebut langsung memberitahukan kejadian ini kepada para pedagang di Lantai II. Dalam sekejap, banyak orang langsung berkerumun di depan pintu lift Lantai II.

Menurut Wayan Partini, para pedang sebenarnya sempat berusaha menilong Dadong Lipur seraya coba membuka pintu lift. Namun, karena tidak ada peralatan, upaya mereka gagal. Akhirnya, kasus ini dilaporkan petugas jaga dan Satpam Pasar Badung. Tak lama berselang, petugas datang bersama Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Denpasar IB Kompyang Wiranata dan Direktur Umum PD Pasar Kota Denpasar, AA Ngurah Yuliartha, serta seorang teknisi. Mereka kemudian berhasil mengevakuasi Dadong Lipur sekitar pukul 08.20 Wita, setelah selama 45 menit terjebak di dalam lift.

Proses evakuasi Dadong Lipur berjalan alot, karena kunci emergency yang biasanya bisa dipakai membuka lift yang error, justru tidak berfungsi. Hal ini sempat membuat panik petugas yang berusaha menyelamatkan Dadong Lipur. Karena pintu lift tidak bisa terbuka dengan kunci emergency, akhirnya petugas menggunakan linggis untuk membuka paksa lift yang macet ini.

Setelah berhasil dievakuasi, Dadong Lipur langsung menangis karena shock. Nenek berusia 69 tahun ini pun langsung dibawa ke klinik di Pasar Badung, karena tensinya sempat naik sampai 160. Beruntung, Dadong Lipur tidak sampai sesak napas di dalam lift selama 45 menit terjebak. Dadong Lipur sendiri kesehariannya maburuh sebagai tukang suwun di Pasar Badung, sejak pagi pukul 05.30 Wita hingga 8.00 Wita.

Sementara itu, Direktur Umum PD Pasar Kota Denpasar, AA Yuliartha, mengatakan pihaknya terlibat langsung dalam evakuasi nenek yang terjebak dalam lift di Pasar Badung. Menurut Yuliarta, bukan sekali ini lift di Pasar Badung eror sejak dioperasikan, 4 bulan lalu. Ini sudah ketiga kalinya musibah lift macet. “Namun, yang paling parah adalah kejadian kali ini, karena ada orang terjebak dan lift tidak bisa dibuka de-ngan kunci emergency,” ungkap Yuliartha.

Yuliartha menyebutkan, tanggung jawab pemeliharaan lift di Pasar Badung saat ini masih dilakukan oleh rekanan, yakni PT Nindya Karya, dalam jangka waktu setahun pasca pasar tradisional yang moderan tersebut beroperasi. Informasinya, untuk pemeliharaan lift, PT Nindya Karya kembali melakukan kerjasama dengan PT Kone kini memiliki tanggung jawab atas errornya lift tersebut. "Ini masih dalam tanggung jawab rekanan dalam masa pemeliharaan selama setahun," papar Yuliartha.

Dengan kejadian ini, kata Yuliartha, pihaknya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Denpasar akan memanggil rekanan untuk mengevaluasi lift dan eskalator di Pasar Badung. Saat itu pula akan dipertanyakan kendala yang dialami selama masa beroperasinya Pasar Badung. "Kami akan panggil dan minta rekanan untuk menjelaskan kejadian ini secara rinci," katanya.

Menurut Yuliartha, pihaknya belum pernah menerima informasi terkait jadwal rutin pemeliharaan lift dan eskalator di Pasar Badung. Ke depannya, pihak rekanan diharapkan memberikan petunjuk teknis pemeliharaan lift dan memberikan edukasi kepada petugas Pasar Badung jika hal yang sama kembali terjadi.

Sementara, pasca kejadian kemarin pagi, pengunjung Pasar Badung buat sementara dilarang menggunakan lift yang masih dalam perbaikan. Yuliartha mengatakan, lift di Pasar Badung buat sementara hanya boleh digunakan oleh penyandang disabilitas. Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban lift kedepannya. "Saat ini sudah diperbaiki, tapi untuk sementara pengunjung jangan menggunakan lift, kecuali penyan-dang disabilitas," tegas Yuliartha.

Di sisi lain, seorang teknisi dari PT Kone menyatakan pihaknya hanya bertanggung jawab terhadap peralatan di dalam lift saja. Sedangkan penyebab errornya lift di Pasar Badung karena sil dalam lift terganjal kotoran, sehingga lock-nya tidak bisa bergerak. "Kotoran itu kan asalnya dari lantai. Jadi, PD Pasar harusnya mengawasi jangan sampai ada yang menyapu mengarah ke lift," dalih teknisi yang enggan disebut namanya saat ditemui di lokasi TKP, Senin kemarin. *mis

Komentar