nusabali

Money Changer Dirampok, Pegawai Dibacok

  • www.nusabali.com-money-changer-dirampok-pegawai-dibacok

Usai bacok pegawai money changer, pelaku perampokan justru pilih diam di TKP hingga akhirnya diringkus warga

Pura-pura Jadi Instalatir PLN, Pelaku Sempat Periksa KWH


DENPASAR, NusaBali
Aksi ‘perampokan’ berdarah terjadi di Money Changer X Change kawasan Jalan Pulau Tarakan Nomor 162 Denpasar, Minggu (21/7) sore pukul 15.40 Wita. Pelaku bersenjata tajam yang diketahui bernama Gigih Andita, 30, nekat menusuk karyawan money changer, Lalu Muhamad Buhari, 24, hingga korban harus dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar dalam kondisi terluka parah.

Terungkap, pelaku Gigih Andita, Desa Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang, Banten berpura-pura jadi instalatir PLN dengan mengecek KWH listrik yang tertempel pada dinding teras depan Kantor Money Changer X Change. Setelah mengecek KWH, pelaku yang mengenakan helm warna hitam, switer warna abu-abu, celana panjang warna hitam, dan menggendong tas ini langsung masuk ke dalam kantor money changer.

Awalnya, korban Lalu Muhamad Buhari, asal Lombok Tengah, NTB tidak menaruh curiga terhadap pelaku. Korban yang kos di kawasan Gelogor Carik, Denpasar Selatan ini pun bersikap normal saat pelaku perampokan masuk ke dalam money changer. Korban yang saat itu berjaga sendirian dan tengah duduk di meja kasir dalam ruangan berdinding kaca, kemudian menyapa pelaku.

Saat itulah, pelaku Gigih Andita langsung menodongkan pisau. Korban Buhari pun memilih pasrah saat pelaku mengancam dan menanyakan di mana letak uang disimpan. Tapi, pelaku malah beringas dan menusuk korban dengan pisau di bagian punggung sebelah kiri.

Begitu diserang pelaku, korban Lalu Buhari berusaha melakukan perla-wanan dengan tangan kosong. Namun, korban kembali ditusuk oleh pelaku Gigih Andita di bagian pungung sebelah kiri. Korban yang bersimbah darah selanjutnya berteriak minta tolong sambil lari ke belakang menuju ruangan owner, lalu menutup pintu dari dalam.

Pasca menyerang korban dan diteriaki, pelaku Gigih Andita bukannya kabur dari lokasi TKP. Pria berusia 30 tahun ini justru tetap bertahan di dalam Kantor Money Changer X Change yang berlokasi di Banjar Bumi Santhi, Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Barat. Warga pun ramai-ramai melumpuhkan pelaku, yang belum sempat menjarah uang di momey changer.

Beruntung, pelaku Gigih Andita terhindar dari penghakiman massa, karena kebetulan ada petugas Buser Polresta Denpasar yang melintas di lokasi. Polisi berpakaian preman ini melintas dari arah barat (Simpang Enam Jalan Teuku Umar Denpasar) ke arah timur menuju RSUP Sanglah. Begitu melihat ada kerumunan massa yang menangkap pelaku, polisi ini langsung berhenti dan masuk ke money changer. Polisi tersebut kemudian mengamankan pelaku dari amuk massa.

Saat diamankan, pelaku bukannya berterima kasih, tapi justru balik menyerang polisi tadi. Walhasil, polisi pun dengan sigap melumpuhkan pelaku. Selanjutnya, pelaku yang diketahui bernama Gigih Andika diborgol kedua tangannya, kemudian dijemput jajaran Polsek Denpasar Barat untuk dibawa ke kantor polisi guna proses lebih lanjut.

“Pelakunya terbilang nekat. Saya berusaha mengamankannya dari amuk massa, eh malah dia balik menyerang saya. Sebetulnya, dia beruntung karena saya pas melintas di sini (lokasi TKP, Red). Kalau tidak, mungkin dia dihajar massa,” ujar polisi yang wanti-wanti namanya tidak dikorankan ini.

Pelaku Gigih Andika sendiri kemarin sore langsung dibawa ke Mapolsek Denpasar Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebaliknya, karyawan money changer yang jadi korban penusukan saat aksi perampokan, Lalu Buhari, langsung dilarikan ke IGD RSUD Sanglah, Denpasar, yang tidak jauh dari lokasi TKP, untuk mendapatkan perawatan.

Kapolsek Denpasar Barat, AKP I Gusti Agung Ayu Udayani Adi, mengatakan pelaku Cici Andita diamankan bersamna sejumlah barang bukti, termasuk motor Honda Beat warna putih DK 64O4 DL yang digunakannya beraksi, sebilah pisau yang dipakai pemnusuk korban, sebuah HP, dan tas slempang warna hitam. Hingga pemarin petang, pelaku masih diperiksa intensif oleh penyidik.

Namun, AKP IGA Ayu Udayani belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan sementara pelaku Cici Andita. “Yang jelas, pelaku nekat mencoba rampok money changer dengan berpura-pura jadi pegawai PLN,” katanya.

Sementara, salah seorang karyawan Money Changer X Change, Prasetyo, 22, mengatakan saat kejadian kemarin sore, korban Lalu Buhari bertugas sendirian di kantor. Prasetyo sendiri kemarin kebetulan libur.

Menurut Prasetyo, Money Changer X Change yang jadi sasaran perampokan ini buka setiap hari, sejak pagi pukul 08.00 Wita hingga malam pukul 21.30 Wita. Money changer ini berkantor di gedung kontrakan di Jalan Pulau Tarakan Nomor 162 Denpasar sejak tahun 2015, tanpa dijaga security.

“Mungkin pelaku sudah tahu kalau hari Minggu, hanya satu karyawan yang jaga di money changer ini, tanpa ada security, makanya dia berani. Kebetulan juga, kondisi lingkungan sekitar agak sepi dibanding hari lainnya,” ungkap karyawan money changer asal Madiun, Jawa Timur ini di lokasi TKP, Minggu sore.

Sedangkan Hendra, seorang karyawan Sole Case, yang kantornya berada di sebelah Money Changer X Change, mengatakan awalnya mendengar teriakan minta tolong dari korban Lalu Buhari. Hendra pun sempat panik, karena dikira terjadi kebakaran. Saat keluar dari kantornya, Hendra melihat ada keributan di dalam money changer.

Sementara itu, korban Lalu Muhamad Buhari hingga tadi malam masih dirawat di IGD RSUP Sanglah. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, karyawan money changer berusia 26 tahun ini mengalami luka robek sekitar 10 cm. Korban belum bisa dikorek keterangannya.

Saat NusaBali menjenguknya, korban ditunggui teman kosanya sesama saal Lombok, Lalu Hamren, 29. “Katanya ditusuk dari belakang. Menurut dokter, paru-parunya kemasukan udara akibat luka tikam ini. Belum tahu akan dilakukan tindakan apa oleh dokter,” ungkap Lalu Hamren kepada NusaBali.

Menurut Lalu Hamren, dirinya pertama kali mendengar informasi korban ditusuk perampok dari grup driver online. Kebetulan, korban La-lu Buhari nyambi sebagai driver online, sama seperti profesi Lalu Hamren. Korban Lalu Buhari baru 6 bulan bekerja di money changer.

“Kalau dia (korban Lalu Buhari) sudah hampir 2 tahun tinggal di Bali. Awalnya cuma nge-grab (driver online, Red), jadi kerja sambilan. Terus sempat kerja di minimart, tapi sejak 6 bulan lalu dia pindah kerja ke money changer,” tutur lalu Hamren. *pol, ind

loading...

Komentar