nusabali

Buleleng Butuh Banyak Guru

  • www.nusabali.com-buleleng-butuh-banyak-guru

Selain karena tiap tahun selalu ada guru yang pension, kebutuhan guru di Buleleng dinilai lebih mendesak.

Rekrutmen CPNS dan P3K


SINGARAJA, NusaBali
Pemkab Buleleng, kembali mengajukan usulan tambahan formasi PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), menyusul rencana Pemerintah Pusat merekrut kembali CPNS dan P3K di tahun 2019. Kali ini, jumlah usulan yang diajukan sebanyak 371 formasi, dengan rincian sebanyak 165 untuk CPNS, dan sebanyak 206 untuk P3K. Jumlah usulan itu didominasi formasi guru.

Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Buleleng menyebut, dari 165 usulan CPNS, rinciannya sebanyak 84 formasi tenaga guru, kemudian 26 untuk kesehatan, dan 55 untuk tenaga teknis. Sedangkan usulan P3K sebanyak 206, rinciannya sebanyak 116 tenaga guru, kemudian 70 tenaga kesehatan dan 20 untuk tenaga penyuluh.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Buleleng, Gede Wisnawa yang ditemui di ruang kerjanya Jumat (12/7) mengatakan, jumlah usulan sebanyak 371 formasi masih jauh dari kebutuhan yang ada. Disebutkan sesuai dengan analisis beban kerja, kebutuhan pegawai di lingkup Pemkab Buleleng sekitar 4.000 orang.

Namun berdasar surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), usulan formasi disesuaikan dengan jumlah pegawai yang pensiun di tahun 2018. Dari jumlah yang diusulkan itu, sebanyak 30 persen CPNS dan 70 persen P3K.

“Karena di tahun 2018 jumlah pegawai yang pensiun sebanyak 371 orang, maka kami usulkan sebanyak itu dalam rekrutemen CPNS dan P3K tahun ini. Kalau mengacu analisis beban kerja, kebutuhan pegawai di Buleleng (Pekab Buleleng,Red) masih ribuan,” katanya.

Wisnawa mengakui, jika usulan CPNS dan P3K masih didominasi untuk tenaga guru. Dikatakan, usulan yang didominasi tenaga guru itu, selain karena jumlah guru yang pensiun cukup banyak, Buleleng memang mengalami kekurangan tenaga guru sejak beberapa tahun terakhir. “Kenapa kami usulkan formasi guru paling banyak, karena memang kebutuhan masih sangat tinggi. Tiap tahun itu selalu saja ada guru yang pensiun,” ujar mantan Sekwan DPRD Buleleng ini.

Menurut Wisnawa, pihaknya berharap KemenPANRB menyetujui usulan yang diajukan. Karena pengalaman sebelumnya, jumlah yang disetujui tidak sesuai dengan usulan. Padahal, kebutuhan terutama tenaga guru dan tenaga kesehatan masih cukup tinggi. *k19

loading...

Komentar