nusabali

Penerbangan Hemat Mulai Diberlakukan

  • www.nusabali.com-penerbangan-hemat-mulai-diberlakukan

Maskapai berbiaya hemat Citilink Indonesia mulai mengimplementasikan penyesuaian harga tiket sebesar 50 persen dari tarif batas atas (TBA) mulai Kamis (11/7).

JAKARTA, NusaBali
Penurunan harga tiket sebesar 50% dari TBA diterapkan pada rute-rute tertentu untuk penerbangan Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 10.00 - 14.00 waktu setempat. Citilink Indonesia akan mengalokasikan 3.348 kursi dengan 62 penerbangan yang akan mengalami penyesuaian harga setiap harinya.

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan dengan lancar. "Penyesuaian harga tiket ini sejalan dengan komitmen Citilink Indonesia dalam menyediakan penerbangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/7).

Adapun rute-rute yang mengalami penyesuaian harga tiket di antaranya adalah Jakarta-Medan pulang pergi (PP), Jakarta-Yogyakarta PP, Makassar-Surabaya PP, Jakarta-Denpasar PP, Balikpapan-Denpasar PP, Surabaya-Banjarmasin PP. Lalu, Jakarta-Solo PP, Jakarta-Malang PP, Batam-Pekanbaru PP, Jakarta-Pangkal Pinang PP, Jakarta-Bengkulu, Kertajati-Pekanbaru, Medan-Yogyakarta dan berbagai rute lainnya.

Juliandra menambahkan, pihaknya akan terus melakukan review atas harga tiket pesawat dan berkolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk mencari solusi terbaik dalam penyediaan penerbangan yang terjangkau bagi masyarakat. "Walaupun ada penyesuaian harga tiket, kami tetap berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik sebagai premium LCC kepada seluruh pelanggan," tutup Juliandra.

Sebelumnya pemerintah memastikan penurunan harga tiket pesawat berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) bukan isapan jempol belaka. Agar kebijakan itu tetap berjalan, pemerintah akan mengawasi berkala untuk memastikan Citilink dan Lion Air menurunkan harga tiketnya pada waktu tertentu sebesar 50 persen.

Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian Susiwijono mengatakan bahwa tiap minggunya dilakukan evaluasi terhadap kebijakan ini. Evaluasi tersebut meliputi beban yang harus ditanggung bersama hingga data penumpang yang mendapatkan harga tiket murah. "Pertama komponen biaya yang membentuk lost sharing tadi, apa betul avturnya sekian persen, navigasinya. apa betul dia ada di jadwal tertentu. Ketiga, data penumpang yang memanfaatkan penurunan harga," kata Susiwijono di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Masing-masing maskapai yang sudah sepakat menurunkan harga tiketnya juga dilakukan verifikasi apakah jumlahnya sudah sesuai ketentuan saat menjual tiket murah sebanyak 30% dari total kursi yang disediakan.

Citilink dan Lion Air sepakat menurunkan harga tiketnya masing-masing di 62 dan 146 penerbangan per harinya.

"Walaupun pesawatnya sama, 30% kalau Citilink 54, Lion Air itu 57 penumpang. Itu harus kita cek, jangan baru 30 kursi sudah disetop. tetap wajib memenuhi 30% tadi," tuturnya.

Mengenai mekanisme penjualan tiket diserahkan ke maskapai apakah sendiri atau melalui online travel agent. Maskapai juga diminta tidak memblok tiket pada waktu tertentu sehingga masyarakat kehabisan. "Jangan sampai 30% diblok atau diambil dulu karena ada event. Makanya butuh mekanisme pengawasan distribusi penjualan tiket, kita yakin tidak ada yang menyalahgunakan itu karena industrinya seperti sekarang," ujarnya.*

Komentar