nusabali

Peremajaan Pipa, PDAM Butuh Rp 650 M

  • www.nusabali.com-peremajaan-pipa-pdam-butuh-rp-650-m

PDAM Kota Denpasar memerlukan anggaran sekitar Rp 650 miliar untuk bisa melakukan peremajaan pipa yang berumur diatas 30 tahun di seluruh Kota Denpasar.

DENPASAR, NusaBali

Sebab, sebagian besar pipa di jalan protokol masih menggunakan pipa lama yang belum pernah diganti selama sekitar 46-48 tahun yang dikhawatirkan akan sering terjadi kebocoran dan berimbas pada penyaluran air ke masyarakat.

Direktur Teknik, PDAM Kota Denpasar, Putu Yasa, saat dikonfirmasi, Selasa (2/7) mengungkapkan, PDAM yang selama ini masih kekurangan anggaran harus berupaya melakukan mengatur sisi pengaliran dengan tekanan sedang, bahkan mengantisipasi mencapai batas maksimum. Sebab, jika batas maksimum diterapkan dikhawatirkan akan terjadi kebocoran pada pipa.

Dikatakan Yasa, saat ini yang paling urgent memerlukan peremajaan yakni di Jalan Antasura, Jalan Nangka Utara, Jalan Nangka Selatan, Jalan Veteran, Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro dan Jalan Untung Surapati yang dilakukan peremajaan baru setengah. Keseluruhannya memerlukan sekitar Rp 650 miliar yang pipanya bahkan usianya sudah mencapai 48 tahun.

Selain pipa, pihaknya juga memerlukan alat penunjang berupa pembentukan DMA untuk mendukung kelancaran penyaluran air. "Kalau idealnya dari hitungan Smart Wather Managemen (SWM) kami perlu sekitar Rp 650 miliar lagi untuk peremajaan. Karena selama ini, kami masih bertumpu pada pipa yang lama dengan umur sekitar 48 tahu," jelasnya.

Idealnya kata dia, pemakaian pipa PDAM maksimal 30 tahun. Namun, yang terjadi saat ini pipa yang dipakai di Denpasar melebihi batas maksimal umur pipa. "Umur sih idealnya 30 tahun sudah diganti. Tapi karena keterbatasan anggaran ya mau bagaimana lagi kami harus upayakan antisipasi dari sisi pengairan aja dulu," ujarnya.

Peremajaan itu, kata dia, memerlukan waktu yang cukup panjang. Sebab, anggaran untuk pengadaan pipa Jalan Antasura hingga Jalan Nangka sebesar Rp 91 miliar yang saat ini belum terealisasi. Hal itu membuat pihaknya perlu berupaya terus melakukan pengajuan. Selain itu upaya untuk mendapatkan anggaran juga dilakukan dengan skema lainnya.

"Karena masih keterbatasan tetap akan diusulkan ke pusat dan skema pendanaan yang lainnya. Tetap kita upayakan, untuk jangka pendek kita hanya bisa mengatur sisi pengaliran dan tergantung produksi kita, ada banjir bandang dan pemadaman itu yang dapat menyebabkan kebocoran," imbuhnya. *mis

loading...

Komentar