nusabali

DLH Jajaki Metode Pisah Sampah

  • www.nusabali.com-dlh-jajaki-metode-pisah-sampah

Pengelolaan sampah dengan metode pilah sampah ternyata perlu dievaluasi.

GIANYAR, NusaBali

Karena metode ini cenderung ribet berupa pemilahan sampah menjadi pelbagai jenis. Metode yang lebih memungkinkan untuk penanganan sampah secara efektif dan efisien adalah pisah sampah.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar I Wayan Kujus Pawitra dengan relawan Yayasan Bumi Sasmaya, Sean Nino Lotze alias Nino, di Kantor DLH Gianyar, Rabu (26/6). Pertemuan juga dihadiri Ketua Yaysan Pengolahan Sampah Temesi I Wayan Cakera, dan unsur DLH setempat.

Kujus Pawitra menjelaskan, Pemkab Gianyar khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama masyarakat terus berjibaku dalam mengelola sampah baik di desa dan perkotaan. DLH sendiri terus mencari metode dan langkah-langkah serta kerja sama dalam penanganan sampah. Antara lain, metode pisah sampah organik-anorganik. DLH kini menjajaki kerjasama dengan Yayasan Bumi Sasmaya yang bermarkas di Desa Temesi, Gianyar, untuk membangun TPST (tempat pengolahan sampah terpadu).

Nino memaparkan, yayasannya amat peduli dengan persoalan sampah di Bali, khususnya Gianyar. Terlebih pemerintah di Gianyar amat serius dalam pengelolaan sampah terpadu. Bentuk kerja sama yang akan diwujudkannya dengan DLH Gianyar berupa pembangunan satu unit TPST di tiap desa/kelurahan. Untuk mewujudkan ini, desa wajib menyediakan lahan sekitar 15 are. Desa juga perlu membuat regulasi atau ketentuan lain tentang tata aturan pemisahan sampah menjadi dua jenis yakni organik - anorganik mula dari dari rumah tangga. Yayasan akan membangun fasilitas unit komposting dan pemisahan sampah organik – anorganik. Total anggaran yang dikeluarkan yayasan untuk membangun fasilitas ini sekitar Rp 500 juta per unit. Yayasan juga akan memberikan edukasi, panduan, atau pendampingan tentang pengelolaan sampah secara terpadu. Papar Nino, output atau keluaran yang dihasilkan dari metode pisah sampah di TPST ini yakni berupa pupuk organik, biogas, dan bentuk lain dari olahan sampah anorganik. Untuk jangka panjang TPST ditarget bisa menghasilkan listrik. ‘’Rencana kami, jika desa siap, kami akan buat antara 3 – 5 TPST dulu untuk percontohan tahun 2019 atau 2020,’’ jelasnya.

Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengatakan, berdasarkan pembicaraan awal, kerjasama antara DLH dengan yayasan ini akan segera bisa diwujudkan. Asalkan desa punya keseriusan untuk menangani persoalan sampah yang tak habis-habisnya ini. Dia pun menilai, selama ini DLH menerima banyak jenis tawaran kerja sama dengan pihak ketiga. ‘’Namun baru kali ini rancangan kerja sama dengan yayasan ini paling memungkinkan,’’ jelasnya.

Kujus Pawitra mengaku, penjajakan awal antara DLH dan yayasan ini akan ditindaklanjuti dengan audiensi dan presentasi kepada Bupati Gianyar. Selanjutnya, presentasi kepada 64 perbekel dan 6 lurah di Kabupaten Gianyar. Dia optimis dengan  kerjasama ini karena yayasan ini berhasil membangun TPST di Bali yakni di Pererenan dan Padangtegal, Ubud. Hal yang sama juga dibuat di wilayah Bandung.*nvi

Komentar