nusabali

Mantan Mendikbud Komentar Masalah Pendidikan Saat Ini

  • www.nusabali.com-mantan-mendikbud-komentar-masalah-pendidikan-saat-ini

Mantan Mendikbud Prof M Nuh angkat bicara soal pendidikan saat ini.

SURABAYA, NusaBali

Menurutnya, ada dua hal aksebilitas dan kualitas yang harus dipenuhi agar masalah dunia pendidikan di Indonesia bisa tuntas. "Aksebilitas pendidikan itu masuk dari bagian mata rantai terlemah. Kalau orang ndak punya akses. Akses itu kan tergantung dari 2 hal yaitu ketersediaan sekolahnya kalau pendidikan dan keterjangkauan," kata Nuh usai Tasyakuran Milad ke-60 dan Peluncuran Buku di Hotel Novotel Samator, Minggu (23/6/2019).

"Makanya misal, sekolahnya ada tapi sampean ndak bisa bayar mau ngapain? Meskipun sampean tinggal persis di sebelahnya sekolahnya. Kemudian meskipun sampean ada uang dan punya macam-macam kalau sekolahnya nggak ada mau ngapain?," imbuh penulis buku 'Menguatkan Mata Rantai Terlemah' itu.

Dia menambahkan aksebilitas dalam dunia pendidikan sendiri tergantung pada pada dua hal lagi. Dua hal itu yakni ketersediaan dan keterjangkauan.

"Oleh karena aksebilitas itu tergantung dari 2 faktor yaitu ketersediaan sama keterjangkauan. Nah, saya memaknai keterjangkauan itu baik dari sisi akses fisik maupun rupiahnya harus terjangkau. Itu yang ingin kita dorong," terang mantan Rektor ITS itu.

Dikatakan Prof M Nuh, dua hal yang telah disebutkan itu harus segera didorong dan diwujudkan. Agar pada saat memasuki bonus demografi, Indonesia tidak adal lagi ada anak yang tidak mampu sekolah dikarenakan tidak adanya ketersediaan dan keterjangkauan yang dimaksud.

"Karena kita punya tema besar menyongsong 100 tahun Indonesia Merdeka dan bonus demografi. Jangan sampai ada anak muda begitu banyak tapi ternyata tidak bisa sekolah. Karena nggak ada sekolah atau sekolahnya larang (mahal). Baru variable berikutnya lagi kualitas sekolah," beber mantan Menkominfo itu.

"Jadi sekolah itu urusannya cuma 2 saja. Jadi aksebilitas dan kualitas. Aksesbilitas ditentukan dua hal yaitu ketersediaan dan keterjangkauan. Cuma itu saja ngurusi sekolah itu saja. Kalau itu dapat, bisa sekolah, sekolahnya baik sudah selesai," pungkasnya.*

loading...

Komentar