nusabali

Disdikpora Siapkan Posko Teknis Pendaftaran

  • www.nusabali.com-disdikpora-siapkan-posko-teknis-pendaftaran

Jalur Terdekat Diseleksi Melalui Jarak Rumah dengan Sekolah

DENPASAR, NusaBali

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyiapkan posko khusus siswa yang belum mengerti dengan teknis pendaftaran mandiri atau pendaftaran online. Posko tersebut berada di Rumah Pintar, Jalan Kamboja Denpasar yang mulai dibuka Kamis (20/6) hari ini. Calon peserta didik baru yang sudah menerima token saat verifikasi disarankan untuk datang langsung ke posko ini jika belum paham bagaimana cara mendaftar online.

Siswa akan diajarkan dari awal masuk website, memasukkan token hingga sampai selesai pengisian formulir pendaftaran. Posko ini sengaja dibuka untuk mengantisipasi adanya kekeliruan pendaftaran siswa baru. Siswa yang datang selain diberi materi dalam slide juga bisa praktek langsung menggunakan Android agar bisa nantinya mengikuti seleksi cepat-cepatan.

Kadisdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan, saat jumpa pers di Denpasar, Rabu (19/6) mengungkapkan, posko ini dibuat agar tidak terjadi kembali permasalahan saat melakukan pendaftaran seperti verifikasi sebelumnya. Sebab, siswa maupun orang tuanya tidak semua bisa melakukan pendaftaran melalui online. "Kalau yang sudah bisa nanti langsung didaftarkan, kalau yang belum bisa ini yang akan kami bimbing di Rumah Pintar nantinya. Dan itu hanya menggunakan satu token yang didapat dari verifikasi," ungkapnya.

Jadi, calon peserta didik baru SMP diimbau untuk tidak ragu datang ke posko. Sebab, di posko ini akan dijelaskan secara detail terkait PPDB termasuk kendala pendaftaran yang dialami siswa. Apalagi kata Gunawan, pendaftaran awal untuk jalur zona lingkungan jarak terdekat akan dibuka pada 24 dan 25 Juni 2019 ini. “Pendaftaran ini khusus untuk jalur lingkungan terdekat dengan maksimal jarak 2 kilometer,” jelasnya.

Dijelaskan, saat pendaftaran zona terdekat, siswa tidak perlu khawatir dengan waktu pendaftaran, sebab untuk seleksinya nanti tidak akan menggunakan kecepatan pendaftar melainkan melalui titik terdekat dari sekolah ke rumah siswa. Siswa yang paling dekat dengan sekolah dipastikan akan diterima di sekolah tersebut kendati waktu pendaftaran bukan dalam posisi yang utama.

"Kalau zona terdekat ini mereka maksimal jaraknya 2 kilometer jarak sekolah dengan rumah mereka. Jadi untuk seleksinya bukan dengan cepat-cepatan, tetapi siapa jarak rumah dengan sekolah yang paling dekat itu yang akan diterima walaupun mereka mendaftar paling belakang. Karena seleksinya bukan dengan cepat-cepatan berbeda dengan zona kawasan," ungkapnya.

Untuk pendaftaran zona lingkungan jarak terdekat ini akan dibuka padas 24-25 Juni 2019, pukul 08.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita dan akan diumumkan pada 26 Juni 2019.

Selanjutnya, jika siswa yang mendaftar di zonasi jarak terdekat tidak lolos, mereka kembali bisa melakukan pendaftaran pada zona kawasan yang akan dibuka pada 27 sampai 29 Juni 2019 dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 15.00 Wita.

Nah, pada zona kawasan inilah yang nantinya bakal menggunakan sistem seleksi mendaftar cepat-cepatan. Pada zona ini, siswa yang mendaftar boleh memilih tiga sekolah terdekat mereka. Nantinya akan diseleksi melalui sistem. "Jadi semua sudah kami persiapkan, jika siswa tidak lolos dalam zonasi terdekat, mereka segera bisa mendaftar lagi pada zona kawasan dengan token yang sama," kata Gunawan.

Sementara untuk kesiapan pendaftaran, pihak Disdikpora Denpasar bekerjasama dengan Telkom untuk terus standby pada server pendaftaran agar tidak terjadi gangguan. Selain itu, juga  berkomunikasi dengan PLN agar jangan sampai terjadi gangguan pada listrik yang dapat menyebabkan terganggunya pendaftaran.

"Kalau server kami siap, untuk down atau tidaknya kami meyakini tidak akan terjadi seperti itu, karena pendaftaran tidak sekalian untuk semua siswa. Kemungkinan hanya 40 persen yang mendaftar online dari jumlah siswa yang ada. Sebab, ada yang masuk jalur prestasi yang diseleksi di sekolah, penghargaan PKB dan perpindahan tugas orangtua. Jadi, kami pikir masih aman," pungkasnya. *isu

loading...

Komentar