nusabali

Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor

  • www.nusabali.com-malioboro-bebas-kendaraan-bermotor

Uji coba semi Pedestrian Malioboro Yogyakarta bebas kendaraan bermotor berlangsung mulai kemarin.

YOGYAKARTA, NusaBali

Untuk itu, Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiagakan kurang lebih 400 personel aparat gabungan di kawasan Malioboro.

Mereka bersiaga di beberapa titik, di antaranya Jalan Mataram, Jalan Abu Bakar Ali, titik nol kilometer, Jalan Malioboro, Jalan Ahmad Yani dan sepanjang sirip-sirip Malioboro.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan ke-400 aparat pemerintah tersebut disiagakan untuk mengatur lalu lintas selama uji coba semi Pedestrian Malioboro berlangsung.

"Hari ini 400 personel gabungan disiagakan dari Dinas Perhubungan, Polresta, Satpol PP baik Kota maupun provinsi," jelas Heroe kepada wartawan di kawasan semi Pedestrian Malioboro, seperti dilansir detik, Selasa (18/6).

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo. menambahkan, selama uji coba berlangsung pihaknya juga menyiagakan 80 personel.

"Ya kalau dari saya (Dishub DIY) disiagakan 80 personel," tutupnya. Diberitakan sebelumnya, pemerintah secara resmi telah melakukan uji coba semi Pedestrian Malioboro bebas kendaraan bermotor hari ini. Uji cobanya berlangsung dari pukul 06.00 sampai 21.00 WIB.

Hanya kendaraan-kendaraan tertentu yang boleh melintasi Jalan Malioboro dalam masa uji coba ini. Di antaranya Bus Trans Jogja, mobil damkar, mobil penyiram tanaman, truk sampah, sepeda onthel, becak kayuh, dan andong.

Pedagang di Jalan Malioboro mengaku resah dagangannya akan sepi jika diberlakukan bebas kendaraan bermotor di area tersebut.

Namun Heroe Poerwadi justru optimistis jika uji coba semi Pedestrian Malioboro bebas kendaraan bermotor sukses, maka suasana di Malioboro akan lebih hidup. Tak hanya itu, Heroe yakin Malioboro nantinya juga akan semakin ramai.

"Jadi ini (uji coba semi Pedestrian Malioboro bebas kendaraan bermotor) bukan untuk menjadikan Malioboro mati, tapi menjadikan Malioboro lebih hidup," kata Heroe.

Heroe memaklumi keluhan para pengusaha di kawasan semi Pedestrian Malioboro. Ia menyadari setiap kebijakan pemerintah pasti menuai kontroversi, padahal kebijakan tersebut untuk kebaikan para pengusaha sendiri.

"Misal dulu ketika kita mau membersihkan parkiran ini, parkir motor (di trotoar Malioboro) mereka juga mengatakan khawatir dengan itu. Ketika kita membuat Selasa Wage gini mereka juga khawatir juga," tuturnya. *

Komentar