nusabali

Abrasi Pantai Makin Parah, Warga Tegal Besar Was-was

  • www.nusabali.com-abrasi-pantai-makin-parah-warga-tegal-besar-was-was

Abrasi yang semakin parah di Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, membuat warga sekitar was-was.

SEMARAPURA, NusaBali

Warga pesisir pun khawatir bisa kelilangan tempat tinggal.  Warga setempat sangat berharap pemerintah segera membangun tanggul penangkal gelombang. "Kami  di sini sangat cemas dan takut kalau pemerintah tidak membuat tanggul gelombang. Mungkin dalam lima tahun ke depan, kami bisa  tidak punya tempat tinggl lagi. Semoga saja tidak sampai seperti itu," ujar Ketut Wirawan, seorang warga di Tegal Besar, yang rumahnya berjarak sekitar 50 - 75 meter dari bibir pantai, Senin (17/6).

Jelas dia, abrasi di Pantai Tegal Besar diperparah oleh hantaman gelombang tinggi sejak Selasa (11/6) lalu. Ketinggian gelombang 4 - 6 meter mengakibatkan kerusakan parah bibir pantai. Bahkan senderan bangunan villa di pesisir Pantai Tegal Besar hancur, Jumat (14/6) di antaranya sebuah villa yang diketahui milik WNA asal India. Di sebelah timur villa tersebut juga ada sebuah bangunan yang tidak ditempati, kian hancur akibat terus digempur ombak, bahkan kolam renang pada bangunan tersebut juga jebol dan hampir hanyut ke laut.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Klungkung Anak Agung Gede Lesmana mengatakan tanggul pengaman pantai lanjutan di Pantai Tegal Besar sudah diusulkan ke Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWS) di Denpasar tahun 2018. "Namun informasi dari Konreg (Konsultasi Regional) Kementrian PUPR, bahwa penanganan Pantai Tegal Besar sudah masuk dalam data dasar penanganan tahun 2020," ujarnya.

Untuk di Klungkung ada sekitar 25,77 kilometer garis pantai yang rawan abrasi dari total 113,41 kilometer garis pantai. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 13,523 kilometer yang telah ditangani. Sisanya sekitar 12,247 kilometer ditangani secara bertahap. Hanya saja karena anggaran yang terbatas, sekitar 100 meter garis pantai rawan abrasi yang ditangani menggunakan APBD Klungkung 2019.*wan

Komentar