nusabali

SMPN 1 Semarapura Buat Pojok Baca Inovasi

  • www.nusabali.com-smpn-1-semarapura-buat-pojok-baca-inovasi

Perpustakaan Widya Sastra SMPN 1 Semarapura, Klungkung, mewakili Gumi Serombotan dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Bali.

SEMARAPURA, NusaBali

Penilaian dilakukan oleh tim dari provinsi, Rabu (12/6). Unsur penilaian yakni  pemenuhan standar nasional perpustakaan SMP dan inovasi program perpusatakaan. Satu satu program inovasi SMPN 1 Semarapura yakni pojok baca, yakni sebuah cara unik untuk mendisiplinkan siswa yang kerap bikin ulah di sekolah alias membandel. Begitu siswa yang bersangkutan, masuk ke ruangan guru bimbingan konseling (BK). Maka, mereka akan ditugaskan untuk membaca buku.

Kepala SMPN 1 Semarapura I Nyoman Karyawan mengatakan, siswa yang melanggar tata-tertib sekolah, terutama yang bersifat ringan siswa wajib membaca buku. Kemudian apa yang dibaca ditulis pada jurnal membaca. Di antaranya menulis judul buku, nama pengarang, jumlah halaman dan ringkasan isi cerita paling dinilai paling menarik. “Dengan cara seperti ini menjadi alternatif meningkatkan minat baca siswa, menambah wawasan, dan menghidari hukuman fisik,” ujar Karyawan.

Kata Kasek asal Banjar Tedung, Kelurahan Abianbase, Gianyar ini, semenjak peraturan tersebut diterapkan di SMPN 1 Semarapura pada tahun ajaran 2015/2016. Mampu memberikan dampak signifikan terhadap siswa. Secara perlahan siswa yang kerap membandel, mulai bisa diarahkan. Bagitupula ketika jam pelajaran istirahat mereka selalu menyempatkan diri untuk membaca buku. “Kita sudah sampaikan hal ini ketika masa penerimaan peserta didik baru (PPDB). Dan setelah diterapkan tidak ada persoalan,” ujarnya.

Untuk mendukung program ini, kata dia, sudah disiapkan sejumlah sudut membaca di sekolah. Sehingga siswa lebih mudah untuk menjangkaunya, sembari mereka istirahat. Pantauan di SMPN 1 Semarapura, nampak siswa begitu antusias membaca buku. Bahkan mereka saling berebut mencari buku favoritnya.

Selain program pojok baca, SMPN 1 Semarapura juga memiliki inovasi program lainnya yakni pojok kelas, duta baca, duta literasi dan lainnya. “Hasil membaca dituangkan dalam berbagai kegiatan seperti story telling, nulis dan puisi, mesatu, nyurat lontar, membuat resens, kliping, madin, kerajinan tanga, vlog dan film pendek,” ujarnya. *wan

Komentar