nusabali

Dewan Pendidikan Gelar Lomba Masatua dan Mapidarta Bali

  • www.nusabali.com-dewan-pendidikan-gelar-lomba-masatua-dan-mapidarta-bali

Puluhan siswa SD dan SMP se - Kabupaten Tabanan ikuti Lomba Mapidarta dan Masatua Bali di Kantor Dewan Pendidikan Tabanan, Senin (10/7).

TABANAN, NusaBali

Lomba ini bertujuan menjaring bakat siswa untuk diadu ke tingkat lebih tinggi dan melestarikan budaya Bali. Siswa SMP yang mengikuti lomba Mapidarta 72 orang, dan siswa SD berlomba Masatua Bali 20 orang. Lomba dibuka Asisten I Setda Tabanan yang Plt Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Miarsana. Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana menerangkan, keberadaan bahasa Bali yang dianggap sebagai bahasa ibu makin tergerus di masyarakat. Orangtua makin jarang mengajarkan anaknya berbahasa Bali. Sementara itu, generasi muda mulai enggan mabasa Bali, dan lebih menggunakan bahasa Indonesia.

Pemprov Bali telah memiliki instrumen untuk melindungi bahasa Bali dari kepunahan. Setiap hari Kamis sudah diterapkan di sekolah. ‘’Untuk lebih menggeliatkan penggunaan bahasa Bali di kalangan generasi muda, kami sengaja menggelar lomba ini, yang bertujuan juga untuk mencari bibit seni  untuk bisa tampil di lomba tingkat lebih tinggi," terangnya.

Dikatakan, lomba semacam ini tidak hanya baru dilakukan kali ini saja, tetapi sudah rutin digelar setiap tahun. Karene ia menggelar lomba untuk menjaring bakat siswa untuk diadu ke tingkat lebih tinggi. "Jadi ketika ada lomba di tingkat provinsi dan nasional bisa diambil, tidak hanya sekedar comot orang," tegas Madra.

Dewan Pendidikan juga melihat penggunaan bahasa Bali di tingkat sekolah juga belum maksimal. Maka dari itu, lanjutnya peran para guru di sekolah khususnya guru sekolah dasar diperlukan untuk memperkenalkan dan membuat pelajaran bahasa Bali dibawakan semenarik mungkin. "Sekarang tergantung kebiasaan dari sejak awal, bagaimana agar pembelajaran bahasa Bali, tersebut dapat dibuat dengan semenarik mungkin. Itu yang penting harus dilakukan para guru-guru di sekolah," terangnya.

Asisten I I Wayan Miarsana mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena masih banyak genarasi muda yang belum fasih menggunakan bahasa Bali untuk berkomunikasi dengan rekannya. "Saya melihat memang ada kecenderungan bahasa ini berkurang untuk dimanfaatkan. Kedepan Pariwisata Bali inti pokoknya adalah budaya, disamping keindahan alam, bahasa Bali harus dikuasai karena Bahasa Bali adalah Bahasa Ibu," tandas Miarsana. *des

Komentar