nusabali

Lulus 100 Persen, Nilai UN SMP di Tabanan Keseluruhan Rata-rata 6

  • www.nusabali.com-lulus-100-persen-nilai-un-smp-di-tabanan-keseluruhan-rata-rata-6

Pengumuman hasil ujian nasional (UN) untuk siswa SMP secara serentak dilakukan pada Rabu (29/5).

TABANAN, NusaBali

Untuk di Tabanan, sebanyak 6.334 murid dari 42 SMP yang mengikuti UN, dinyatakan lulus 100 persen dengan perolehan nilai sedang atau rata-rata angka 6. Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Tabanan I Nyoman Darmawita seizin Plt Kepala Dinas Pendidikan Tabanan Wayan Miarsana, menjelaskan pengumunan kelulusan di Tabanan untuk SMP sudah dilakukan pada Rabu (29/5) di sekolah masing-masing. Dari 6.334 murid yang mengikuti UN di 42 SMP di Tabanan, seluruh siswa lulus.

Kata dia, kelulusan ditentukan oleh pihak sekolah melalui rapat dewan guru, bukan dari nilai UN. Akan tetapi siswa wajib ikut UN. Ada beberapa kriteria yang dinilai dalam rapat dewan guru, yakni siswa mengikuti seluruh program pembelajaran, pendidikan akhlak mulia minimal baik, dan lulus ujian sekolah berbasis nasional (USBN). “Jadi nilai UN tidak menjadi penentu kelulusan,” kata Darmawita, Kamis (30/5).

Darmawita mengakui nilai rata-rata UN secara keseluruhan di Kabupaten Tabanan kategori sedang atau rata-rata 6. Perolehan ini sama dengan nilai UN tahun 2018. “Untuk yang pasti belum bisa karena aplikasi nilai rata-rata belum dikasih oleh Disdik Provinsi Bali. Kalau tiyang lihat sepintas hampir sama dengan tahun lalu nilai sedang atau rata-rata 6,” ungkapnya.

Sementara perayaan kelulusan di Kabupaten Tabanan secara umum berlangsung normal. Namun ada saja sejumlah siswa SMP merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret pakaian seragam, bahkan ada atraksi konvoi menuju sejumlah pantai. Aksi ini sempat viral di media sosial namun belum dapat dipastikan asal sekolah dari siswa yang bersangkutan.

Menanggapi hal tersebut Darmawita tak memungkiri meski secara resmi belum ada laporan ke Dinas Pendidikan terkait aksi dimaksud. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada beberapa siswa yang melakukan hal tersebut. “Tapi sebagian besar siswa menyikapi dengan kegiatan positif, seperti sembahyang dan foto bersama di sekolah,” katanya.

Dinas Pendidikan Tabanan selalu mengingatkan para kepala sekolah supaya memperhatikan betul suasana saat hari pengumuman kelulusan, agar siswa tidak menyikapi secara berlebihan dan dalam bentuk hal-hal yang bersifat negatif. “Kadang kan para kepala sekolah agak susah memantau perilaku anak yang sudah di luar sekolah. Tapi saya yakini para kepala sekolah sudah mengingatkan untuk tak menyikapi berlebihan kelulusan ini,” tandasnya. *des

Komentar