nusabali

Sulinggih Pelantun Tri Sandya di Radio Masuk Rumah Sakit

  • www.nusabali.com-sulinggih-pelantun-tri-sandya-di-radio-masuk-rumah-sakit

Sulinggih yang pelantun puja Trisandya di radio-radio dan TVRI Bali, Ida Pedanda Gede Made Tembau, dari Griya Kulon, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, tengah menjalani perawatan medis di RS Balimed, Denpasar Barat, Minggu (26/5).

SEMARAPURA, NusaBali

Sebelum masuk RS, Ida Pedanda sempat mengencingkan darah lanjut mengeluhkan sakit pada bagian pinggang. Ditemui di Griya Kulon, Desa Aan, Minggu (26/5) siang, istri Ida Pedanda, Ida Pedanda Istri Oka mengatakan, Ida Pedanda Tembau, awalnya mengalamai sakit tersebut,

Jumat (17/5). Setelah diajak berobat ke dokter, dikatakan kecapean. Karena kondisi Ida belum membaik, maka dilakukan pemeriksaan dengan USG. Selanjutnya Ida dirawat ke RS. ‘’Saat itu, perut Ida kembung dan kenyat (kencang), buang air kecil dan air besar tidak teratur, akhirnya Ida dirawat di RS Balimed sejak Sabtu (25/5),’’ jelasnya. Namun hingga kemarin, Ida Pedanda Istri Oka belum mendapat informasi resmi dari pihak RS tentang penyakit suaminya. “Buang angin sudah mau, begitu pula buang air kecil sudah mau, sekarang tengah observasi,” katanya.

Ida Pedanda Gede Made Tembau merupakan sosok sulinggih yang dikenal memiliki karakter suara yang sangat khas saat melantunkan mantra. Oleh karena itu, sulinggih yang juga mantan Kepala SDN 1 Desa Akah, Kecamatan Klungkung tersebut, dipercaya untuk merekam suaranya saat melantunkan puja Trisandya. Sampai sekarang rekaman tersebut digunakan oleh satasiun TVRI dan radio saat jam penanyangan Puja Trisandya. “Rekaman puja trisandya saya pertama kali sekitar tahun 1971, rekamannya di RRI (Radio Republik Indonesia),” ujar Ida Pedanda, beberapa waktu lalu, sebelum sakit.

Diceritakan, Trisandya baru dipopulerkan setelah peristiwa G30S/PKI, atau setelah era tahun 1966. Trisandya ketika itu dipopulerkan di masyarakat, berbarengan dengan salam ‘Om Swastiastu’ dalam pidato-pidato resmi pemerintahan. Menurutnya, orang pertama yang merekam lantunan puja Trisandya adalah (almarhum) Ida Pedanda Gede Oka Puniatmaja dari Griya Pidada, Klungkung. Ketika itu, Ida Pedanda Puniatmaja menjadi pengurus di PHDI Bali dan sempat menjadi anggota DPR RI. Namun kaset rekaman lantunan puja Trisandya satu-satunya dari Ida Pedanda Gede Oka Puniadmaja rusak, sehingga harus dibuat rekaman baru. Pada tahun 1971, PHDI menunjuk Ida Pedanda Tembau  untuk rekaman melantunkan puja Trisandya di RRI Denpasar. ‘’Karena suara saya dipandang mirip dengan suara almahum Ida Pedanda Gede Oka Puniatmaja. Maka saya pun menyanggupi rekaman puja Trisandya ini,’’ jelas Pedanda yang ketika walaka (belum madwijati) beranama Ida Bagus Gede Diksa. *wan

Komentar