nusabali

IRT Tewas Tabrak Rumah Warga di Tigawasa

  • www.nusabali.com-irt-tewas-tabrak-rumah-warga-di-tigawasa

Kadek Suartini, 40, ibu rumah tangga (IRT) asal Banjar Dinas Sinalud, Desa Kayuputih Melaka, Kecamatan Sukasada, Buleleng tewas mengenaskan di samping tembok rumah warga Banjar Dinas Dangin Pura, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar Buleleng.

SINGARAJA, NusaBali

Ia yang memilih jalur ekstrem Desa Kaliasem-Tigawasa Kecamatan Banjar, Buleleng, diduga tak dapat mengendalikan kendaraan saat melintas di jalan menurun dan tikungan tajam, Jumat (17/5) pukul 06.30 WITA.

Menurut keterangan Perbekel Tigawasa, Made Suadarmayasa, kecelakaan tunggal yang terjadi di kilometer 19 itu berawal saat korban datang dari arah Selatan menuju Utara. Korban yang berkendara seorang diir menggunakan Honda Vario DK 4781 UX juga tak mengenakan helm dan membawa SIM.

“Infonya dari masyarakat tadi sebelum kejadian ibu ini sempat menengok anaknya yang tinggal di Sidatapa, karena dekat lewat sini walaupun memang medannya cukup berat,” kata Suadarmayasa yang dihubungi via telepon kemarin.

Jalur ekstrim dengan jalan yang sempit itu juga diduga membuat rem motor matic korban panas dan akhirnya tidak berfungsi. Hingga saat tiba di tikungan lokasi kejadian yang juga jalan menurun, sepeda motor korban tak dapat dikendalikan dan langsung terjun menghantam tembok pagar rumah milik Putu Suarjana.

Suadarmayasa juga tak menampik satu jalur alternatif yang bisa ditempuh dari Lovina tembus di puncak Wanagiri itu memang sangat ekstrim. Deretan kejadian kecelakaan laka lantas pun sempat terjadi di jalur ini, tak terkecuali korbannya adalah wisatawan asing. Kondisi jalur ekstrim itu juga sudah sempat diajukan Suadarmayasa ke Pemerintah Kabupaten untuk mendapatkan bantuan ramp sebagai pengaman jalan di tepi jurang. Hanya saja sampai kini belum ada respons.

Sementara itu Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengungkapkan, akibat kecelakaan korban Suartini mengalami cedera kepala berat (CKB) dan meninggal di lokasi kejadian. Luka yang berakibat fatal itu terjadi karena benturan sangat keras serta tak menggunaan alat keselamatan berkendara yakni helm.

“Korban meninggal di TKP karena luka cukup parah di bagian kepala. Jenazahnya juga langsung   dipulangkan  ke rumah duka,” ujar Iptu Sumarjaya.

Pihaknya pun terus mengimbau kepada masyarakat yang memilih menggunakan jalur itu agar senantiasa waspada saat melintas dan tak lupa menggunakan keselamatan berlalu lintas. Terkait pemasangan rambu dan pembatas jalan dengan tebing pihak kepolisian segera akan mengkomunikasikannya ke dinas terkait. *k23

loading...

Komentar