nusabali

Pengosongan Areal Terminal Tertunda Pagerwesi

  • www.nusabali.com-pengosongan-areal-terminal-tertunda-pagerwesi

Pembangunan Pasar Darurat

SINGARAJA, NusaBali

Pengosongan areal Terminal Banyuasri, di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, untuk lokasi ‘pasar darurat’ tidak bisa dilaksanakan sesuai rencana. Masalahnya, areal Terminal Banyuasri tersebut masih dimanfaatkan pedagang ‘pasar tumpah’ berjualan serangkaian Hari Raya Pagerwesi.

Sedianya, pengosongan areal terminal dari aktivitas pasar tumpah oleh PD Pasar sudah dilaksanakan sejak Selasa (14/5) lalu. Karena, pekerjaan pembangunan pasar darurat sudah dimulai Kamis (16/5) ini, sesuai kontrak kerja rekanan dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagprin) Kabupaten Buleleng. Seluruh pedagang pasar tumpah sekitar 400 lebih, rencananya akan dipindahkan sementara ke lambung timur dari areal terminal.

Namun karena pengosongan areal berdekatan dengan Hari Raya Pagerwesi yang jatuh pada Buda Kliwon Sinta, Rabu (15/5), maka PD Pasar masih memberikan toleransi. PD Pasar mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak rekanan dan Dinas Dagprin terkait dengan situasi tersebut. Rencananya, pemindahan para pedagang pasar tumpah dilaksanakan mulai Jumat (17/5) besok.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak rekanan dan Dinas Dagprin. Karena berkaitan dengan Pagerwesi, kami masih diberikan toleransi sampai tanggal 19 Mei,” aku Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Buleleng, Made Agus Yudiarsana, Rabu (15/5).

Agus Yudiarsana menerangkan, meski rekanan memiliki kontrak kerja per tanggal 16 Mei, namun karena ada H Pagerwesi, maka pengerjaan Pasar Darurat akan dimulai pada 19 Mei 2019. “Kami sudah sosialisasikan kepada pedagang pasar tumpah, pemindahan dimulai tanggal 17 Mei. Sehingga areal yang dijadikan lokasi pasar darurat sudah mulai kosong dan rekanan sudah bisa mulai bekerja,” jelas mantan anggota DPRD Buleleng periode 2004-2009 ini.

Pembangunan pasar darurat guna menampung para pedagang Pasar Banyuasri yang akan direlokasi setelah bangunan pasar daruat rampung. Pedagang Pasar Banyuasri direlokasi karena bangunan Pasar Banyuasri  akan dibangun ulang dengan konsep semi modern berlantai tiga. Pembangunan Pasar Banyuasri diperkirakan menelan anggaran Rp 150 miliar, sedangkan pembangunan pasar darurat sebesar Rp 1 miliar.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng, Gede Gunawan AP mengaku sudah menyiapkan skenario pengalihan arus masuk Terminal Banyuasri. Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), telah dipindahkan ke Terminal Barang yang ada di Jalan A Yani Barat, sekitar 1 kilometer dari Terminal Banyuasri.

Sedangkan untuk armada angkutan kota (angkot) ditampung pada bahu Jalan A Yani mulai jembatan Banyuasri ke timur sampai depan Koramil Buleleng. “Aktivitas angkutan umum dan ini sudah diatensi para kepala terminal dan kalau soal pemanfaatan itu kewenangan PD Pasar, Disdagprin, dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng,” jelasnya.  

Terkait pengaturan kendaraan di lokasi pasar darurat, Gunawan menyebut, denah rekayasa arus kendaraan dalam pasar darurat sudah dibuat. Secara garis besar, pintu masuk dari Jalan Pantai Lingga, kemudian ke timur di Jalan Samudra sisi utara. Untuk lokasi di lambung timur dari pintu utara akan disekat dengan pembatas, sehingga bisa dilalui kendaraan keluar di pintu terminal sebalah selatan. “Layout rekayasa lalulintas sudah kami sampaikan, dan tinggal dalam pembangunan pasar darurat nanti disiapkan material seperti pembatas jalan portable dan kelengkapan lain yang masuk dalam dokumen proyek pasar darurat,” jelasnya. *k19

loading...

Komentar