nusabali

PDIP Kuasai 70 % Kursi DPRD Badung

  • www.nusabali.com-pdip-kuasai-70-kursi-dprd-badung

PDIP loloskan 6 Srikandi ke DPRD Badung: Luh Putu Rara Hita Sukma Dewi, Komang Triani, Luh Sekarini, IGAA Inda Trimafo Yudha, Putu Yunita Oktarini, Yayuk Agustin Lessy

8 Srikandi Lolos ke Dewan, Demokrat Kehilangan 5 Kursi di Badung


MANGUPURA, NusaBali
PDIP benar-benar merajalela dalam perebutan kursi parlemen hasil Pileg 2019 di seluruh Bali, termasuk Badung. PDIP bahkan sapu 28 kursi dari total 40 kursi DPRD Badung 2019-2024, sehingga berhasil mendominasi 70 persen suara parlemen, sama seperti di DPRD Tabanan. Sebaliknya, Demokrat dan Golkar harus rela masing-masing kehilangan 5 kursi dan 3 kursi di DPRD Badung.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara hasil Pileg 2019 hingga Kamis (2/5), hanya 5 parpol yang berhasil meloloskan wakilnya ke DPRD Badung 2019-2019. Pertama, sang juara bertahan PDIP yang mendominasi 28 kursi. Ini naik tajam dari semula hanya 16 kursi yang direbut PDIP dalam Pileg 2014 silam.

Sebanyak 28 kursi milik PDIP di DPRD Badung hasil Pileg 2019, masing-masing berasal dari Dapil Kecamatan Mengwi (8 kursi), Dapil Kecamatan Abianbsemal (6 kursi), Dapil Kecamatan Petang (2 kursi), Dapil Kecamatan Kuta Selatan (4 kursi), Dapil Kecamatan Kuta (4 kursi), dan Dapil Kecamatan Kuta Utara (4 kursi).

Kedua, Golkar yang berhasil mencuri 7 kursi DPRD Badung hasil Pileg 2019. Golkar kehilangan 3 kursi dari semula 10 kursi DPRD Badung yang mereka raih dalam Pileg 2014. Ketiga, Demokrat yang hanya kebagian 2 kursi DPRD Badung 2019-2024. Demokrat menjadi partai ‘kerdil’, karena kehilangan 5 kursi dari semula punya 7 kursi DPRD Badung hasil Pileg 2014 silam. Dua (2 kursi) Demokrat dalam Pileg 2019 masing-masing diraih I Made Sunarta (caleg incumbent dari Dapil Mengwi) dan I Made Retha (incumbent dari Dapil Kuta Selatan).

Keempat, Gerindra yang hanya meraih 2 kursi DPRD Badung hasil Pileg 2019. Gerindra kehilangan 2 kursi dari semula 4 kursi DPRD Badung hasil Pileg 2014 lalu, Dua (2) kursi Gerindra dalam Pileg 2019 ini masing-masing diraih I Gede Aryantha (caleg incumbent dari Dapil Kuta Selatan dan I Made Wijaya (incumbent dari Dapil Kuta Utara).

Kelima, NasDem yang tetap hanya kebagian 1 kursi DPRD Badung 2019-2024, sama seperti Pileg 2014. Satu-satunya kursi NasDem untuk DPRD Badung hasil Pileg 2019 diperoleh  I Gede Suardika, caleg incumbent Dapil Abiansemal. Sedangkan Hanura, yang dalam Pileg 2014 lalu berhasil mencuri 2 kursi, kini tanpa kebagian kursi di DPRD Badung 2019-2024.

Sukses PDIP meraih 28 kursi DPRD Badung ini, sama seperti kejayaan Partai Banteng Moncong Putih di Tabanan dalam Pileg 2019. Di Gumi Lumbung Beras, PDIP juga mendominasi 28 dari 40 kursi DPRD Tabannan 2019-2024 atau kuasai 70 persen suara parlemen.

Kejayaan PDIP di Badung juga ditandai kesuksesan mereka meluncurkan para Srikandi ke kursi Dewan. Dari 8 caleg perempuan yang tembus kursi DPRD Badung 2019-2024, sebanyak 6 orang di antaranya Srikandi PDIP. Mereka masing-masing Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi (caleg new comer PDIP Dapil Mengwi), Ni Komang Triani (caleg new comer PDIP Dapil Mengewi), Ni Luh Sekarini (caleg new comer PDIP Dapil Abiansemal), IGA Agung Inda Trimafo Yudha (caleg new comer PDIP Dapil Petang), Putu Yunita Oktarini (caleg new comer PDIP Dapil Kuta), dan Yayuk Agustin Lessy (caleg new comer PDIP Dapil Kuta Utara).

Sedangkan 2 perempuan lainnya yang juga lolos ke DPRD Badung 2019-2024 berasal dari Golkar. Mereka masing-masing Ni Ketut Suweni (caleg incumbent Golkar dari Dapil Kuta Selatan) dan Ni Luh Gede Sri Mediastuti (cakeg incumbent Golkar dari Dapil Kuta).

Prestasi yang diukir PDIP dalam perebutan kursi DPRD Badung hasil Pileg 2019 ini, boleh dikata di luar dugaan. Menurut Sekretaris DPC PDIP Badung, I Putu Parwata, partainya semula hanya menargetkan raih 21 kursi atau naik 5 kursi dari hasil Pileg 2014. Namun, ternyata PDIP justru sambar 28 kursi atau naik 12 kursi dari hasil Pileg 2014. Hal ini juga tak terlepas berkat kerja keras Ketua DPC PDIP Badung, I Nyoman Giri Prasta, yang kini menjabat Bupati Badung.

Dengan dominasi 70 persen suara parlemen ini, PDIP dipastikan kembali dapat jatah jabatan Ketua DPRD Badung 2019-2024. Jabatan tersebut kemungkinan besar akan kembali diduduki Putu Parwata, yang kini masih menjabat Ketua DPRD Badung 2014-2019.

Bukan hanya itu, kalau mau, PDIP juga dipastikan bisa sapu bersih seluruh kursi ketua komisi di DPRD badung 2019-2024, serta Alat Kelengkapan Dewan (AKD) lainnya, seperti Ketua Badan Anggaran (Banggar) dan Ketua Badan Legislasi (Baleg). Sebab, kalau terjadi voting di internal komisi, PDIP tak mungkin ditandingi partai lainnya di seluuh komisi yang ada.

Putu Parwata sendiri berpeluang terbesar menjadi Ketua DPRD Badung 2019-2024, karena merupakan kader PDIP yang jabatan struktural tertinggi di partainya yang lolos dalam Pileg 2019. Saat ini, Putu Parwata menjabat Sekretaris DPC PDIP Badung 2015-2020. Sedangan Ketua DPC PDIP Badung, Nyoman Giri Prasta, tidak ikut tarung ke Pileg 2019 karena menjabat Bupati Badung 2016-2021.

Selain punya jabatan struktural tertinggi di partai, Putu Parwata juga merupakan caleg peraih suara terbanyak di Dapil Kuta dalam Pileg 2019, yakni mencapai 8.879 suara. Otomatis peluangnya untuk terpilih kembali menjadi Ketua Dewan akan semakin terbuka. Pesaing berat Parwata adalah I Nyoman Dirga Yusa, caleg terpilih PDIP yang kini menjabat Bendahara DPC PDIP Badung.

Saat dikonfirmasi NusaBali, Kamis kemarin, Parwata enggan memberikan banyak komentar perihal peluangnya duduk kembali sebagai Ketua DPRD Badung. Menurut Parwata, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada perintah partai (DPP PDIP). “Di partai ada mekanisme. Saya sebagai kader siap menerima apa pun keputusan partai,” tegas Parwata.

Paparan senada juga disampaikan Bendaraha DPC PDIP Badung, Nyoman Dirga Yusa. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai terkait penentuan kursi Ketua DPRD Badung. “Sebagai kader, saya berprinsip setia terhadap partai dan akan mengikuti perintah partai.,” kata Dirga Yusa yang dikonfirmasi terpisah, Kamis kemarin. *asa,nar

loading...

Komentar