nusabali

AP I Gelar Simulasi Penanganan Bom

  • www.nusabali.com-ap-i-gelar-simulasi-penanganan-bom

Direktorat Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan RI bersama Angkasa Pura (AP) I dan stakeholder lainnya melakukan simulasi penanganan ancaman bom di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung pada Selasa (30/4) siang.

MANGUPURA, NusaBali

Diharapkan, dari simulasi itu bisa meningkatkan kesigapan petugas untuk menghadapi berbagai ancaman. Selain itu, sejumlah peralatan canggih untuk mendeteksi keamanan di bandara dipamerkan.

General Manager Angkasa Pura I Haruman Sulaksono, menerangkan kegiatan simulasi ini berkat kerjasama Kementerian Perhubungan dengan AP I, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas), Avsec, TNI, Polri, dan instansi lainnya. Simulasi ini merupakan bagian dari peningkatan kemampuan para petugas yang berjaga di Bandara Ngurah Rai. Apalagi, bandara merupakan objek vital nasional, sehingga membutuhkan personel yang selalu siap siaga dalam mengantisipasi segala jenis ancaman, termasuk ancaman bom. Seperti halnya yang dilakukan pada Selasa pagi, dimana petugas gabungan melumpuhkan para pelaku yang diduga membawa bahan peledak yang sedang berada di lokasi Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai.

“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kemampuan semua stakeholder yang bertugas di bandara dalam menghadapi situasi atau ancaman bom seperti yang disimulasikan,” kata Haruman.

Diakuinya, kegiatan ini juga sebagai bentuk implementasi prinsip 3S + 1C (Safety, Security, Service, dan Compliance) oleh berbagai komponen. Sehingga, saat melakukan simulasi itu, para petugas yang ikut serta dengan sigap melakukan berbagai tindakan sesuai dengan peran mereka. Walhasil, selain mengatasi situasi genting itu, unsur 3S+1C itu dilaksanakan dengan baik. Selain menggelar simulasi penanganan ancaman bom, pihaknya juga menyelenggarakan pameran sejumlah alat yang digunakan oleh petugas di bandara dalam melakukan pemeriksaan para calon penumpang.

“Selain penanganan bom, simulasi ini juga mengatasi pembajakan ATC oleh kawanan bersenjata dan juga penanganan ATC saat terjadi gempa. Kami juga tampilkan alat canggih yang digunakan untuk pemeriksaan di bandara,” imbuhnya.

Dikatakannya, simulasi penanganan ancaman bom tersebut merupakan bagian dari penandatanganan nota kesepahaman dalam memperkuat dan memperluas hubungan kerja dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, BMKG, dan Basarnas.

Sementara Direktur Navigasi Penerbangan Asri Santosa, yang mewakili Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini ditujukan untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan penerbangan. Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini bisa mengasah kemampuan para petugas di bandara. Kedepannya, pihaknya akan mengintensifkan kegiatan simulasi ini.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Udara selaku otoritas penerbangan sipil nasional dalam mewujudkan keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan dalam penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan,” tutur Asri. *dar

loading...

Komentar