nusabali

Undiksha Gaungkan Peduli Lingkungan Lewat Pameran Seni

  • www.nusabali.com-undiksha-gaungkan-peduli-lingkungan-lewat-pameran-seni

Sebanyak 50 karya seni rupa dari 44 orang seniman yang masih berstatus mahasiswa maupun alumnus terpampang di ruang pameran kampus bawah Undiksha di Jalan A Yani, Senin (29/4) kemarin.

SINGARAJA, NusaBali

Menariknya sejumlah karya seni rupa itu dibuat dari sampah sehari-hari yang ditemukan di masyarakat, untuk menyuarakan kesadaran lingkungan.

Puluhan karya seni rupa itu dituangkan dalam berbagai jenis karya, seperti drawing, grafis, instalasi hingga patung. Karya-karya luar biasa itu dipamerkan sejak tanggal 23 April hingga 2 Mei mendatang. Ketua Pameran Deny Kurniawan ditemui di ruang pameran menjelaskan jika pameran kali ini yang terselenggara serangkaian HUT Jurusan Pendidikan Seni Undiksha, bertajuk Reborn of Medium.

Melalui berbagai karya seni rupa itu merupakan sebuah frame kuratorial yang mengajak para perupa mempersoalkan atau mengekplorasi pilihan medium seluas-luasnya dalam karya. Seluruh karya pun dipersyaratkan menggunakan benda daur ulang. “Pertimbangan kami, sampah kini sudah menjadi persoalan pelik dan utama di dunia dalam isu lingkungan. Sehingga berbagai elemen mencoba mencarikan solusi terkait persoalan tersebut, salah satunya denagn karya seni rupa ini,” ucap Deny.

Pihaknya berharap dengan karya seni rupa ini, diharapkan dapat mengkomunikasikan gagasan kesadaran lingkungan kepada publik, dengan pendekatan artistik. Menurutnya penggunakan medium sampah itu juga disebut-sebut sebagai kontribusi kecil para seniman untuk mengurangi sampah di masyarakat.

Sementara itu dalam pameran seni rupa itu ada satu yang menonjol. Sebuah patung Bedawangnala (penyu) raksasa yang terbuat dari kardus bekas dan bungkus rokok. Patung biota laut yang merupakan hewan dilindungi itu terpampang di bagian depan pameran. Karya seni ciptaan Kadek Joning Prayoga itu melalui karyanya yang sangat sederhana menampilkan penyu raksasa yang sedang sakit hingga diinfus. Dalam karya yang dibuat dengan mixed media itu ia ingin menyampaikan pesan inti bumi yang dilambangkan dengan penyu semakin hari semakin tersakiti oleh sifat-sifat manusia.

Satu karya lainnya berupa instalasi di ruang belakang pameran juga mengeksplorasi pencemaran laut oleh sampah plastik, sehingga ikan penyu dan gurita juga merasakan pengaruh pencemaran tersebut. Sindirian pencemaran lingkungan melalui karya berjudul Hey Human Give Me Back My Life karya Agus Banart.

Dalam pameran tersebut juga diikuti perupa ternama seperti, Dewa Purwita Sukahet dengan karya instalasi scotoma-nya. *k23

loading...

Komentar