nusabali

Adi Wiryatama dan Adiknya Sama-sama Lolos ke Kursi Dewan

  • www.nusabali.com-adi-wiryatama-dan-adiknya-sama-sama-lolos-ke-kursi-dewan

Ulangi Sukses Pileg 2014 Lalu

TABANAN, NusaBali

PDIP memang jagonya melahirkan pasangan kakak adik lolos ke kursi legislatif dalam Pileg 2019. Selain kakak adik I Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota dan I Bagus Jagra Wibawa alias Gus Ari di Badung, ada lagi Nyoman Adi Wiryatama dan Nyoman Sudiana di Tabanan. Bahkan, kakak adik Nyoman Adi Wiryatama-Nyoman Sudiana dua kali periode secara beruntun sama-sama ke kursi legislatif level berbeda, setelah sukses mereka di Pileg 2014 silam.

Nyoman Adi Wiryatama, mantan Bupati Tabanan 2000-2005 dan 2005-2010 yang berstatus sebagai caleg incumbent, kembali lolos ke kursi DPRD Bali dari PDIP Dapil Tabanan dalam Pileg 2019. Sedangkan adiknya, Nyoman Sudiana, kembali lolos ke DPRD Tabanan dari PDIP Dapil Kecamatan Baturiti-Penebel, seperti halnya Pileg 2014 lalu.

Dalam keluarganya, Adi Wiryatama yang notabene ayah Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, merupakan anak keenam dari 9 bersaudara pasangan I Wayan Puger (almarhum) dan Ni Wayan Sueca. Sementara Nyoman Sudiana adalah anak bungsu dari 9 bersaudara. Mereka berasal dari Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Saat ini, Adi Wiryatama masih menjabat Ketua DPRD Bali 2014-2019. Adi Wiryatama selaku caleg incumbent berhasil tembus kursi DPRD Bali dari PDIP Dapil Tabanan dengan predikat peraih suara terbanyak (sementara) yakni mencapai 87.000. Ini lebih greng dibanding Pileg 2014 lalu, ketika Adi Wiryatama selaku caleg new comer tembus kursi DPRD Bali dengan predikat sebagai peraih suara terbanyak se-Bali, yakni mencapai 51.574 suara.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara, Adi Wiryatama diprediksi lolos DPRD Bali Dapil Tabanan bersama 3 caleg PDIP lainnya: I Ketut Purnaya (incumbent/raih 38.151 suara), I Ketut Boping Suryadi (new comer yang masih menjabat Ketua DPRD Tabanan/raih 36.000), dan I Made Supartha (new comer mantan anggota DPRD Bali 2009-2014/raih 21.098 suara). Mereka hanya menyisakan 2 kursi DPRD Bali Dapil Tabanan untuk partai lain, I Gede Ketut Nugrahita Pendit (caleg incumbent Gerindra) dan I Nyoman Wirya (caleg incumbent Golkar).

Sedangkan Nyoman Sudiana lolos ke DPRD Tabanan dari PDIP Dapil Kecamatan Baturiti-Penebel, dengan perolehan 7.500 suara. Sudiana lolos bersama 6 caleg PDIP lainnya, masing-masing I Nyoman Arnawa (incumbent), I Wayan Tamba (incumbent), Ni Made Dewi Trisnayanti (new comer), I Gede Nyoman Oka Arsana (new comer), I Nyoman Suta (incumbent), dan I Gusti Ngurah Mahardika (new comer). Mereka hanya menyisakan 2 kursi untuk partai lain, yakni I Gusti Ngurah Sanjaya (incumbent dari NasDem) dan I Nyoman Wirama Putra (incumbent dari Golkar).

Sudiana mengucap syukur dan berterima kasih kepada masyarakat atas amanah yang telah diberikan, hingga dirinya kembali lolos ke kursi legislatif. Ini tidak terlepas dari kerja keras partai dan tim, meskipun perolehan suara yang didapat tidak sesuai target. "Saya semula targetkan 10.000 suara, namun meleset,” ujar Sudiana kepada NusaBali di Tabanan, Kamis (25/4).

Menurut Sudiana, target suara yang banyak meleset adalah di kawasan Baturiti bagian timur. Dia curiga banyak terjadi serangan fajar, siang, dan malam hingga pemilih beralih ke lain hati. "Seperti di Desa Apuan (Kecamatan Baturiti), banyak suara yang hilang, karena ada serangan pagi, siang, malam," katanya.

Sedangkan daerah penyumbang suara terbesar bagi Sudiana ada di kandangnya sendiri, Desa Angseri sebanyak 1.016 suara, disusul Desa Perean Kauh (Kecanatan Baturiti) 1.000 suara, Desa Luwus (Kecamatan Baturiti) 700 suara, dan Desa Bangli (Kecamatan Baturiti) 600 suara.

Sudiana sendiri mengaku maju tarung bersama kakaknya, Nyoman Adi Wiryatama, karena amanah partai. Mereka merasa berkewajiban untuk membesarkan partainya, PDIP. "Saya bersyukur bisa maju bersama sang kakak, karena ini amanah partai yang harus diperjuangkan. Jangan sampai amanah di sia-siakan," kata politisi PDIP kelahiran 20 Februari 1968 yang dalam Pileg 2014 meraih 4.099 suara ini.

Sudiana menyebutkan, selama terjun ke masyarakat, dirinya selalu turun bersama Adi Wiryatama. Mereka tidak ada strategi khusus dalam menggaet suara, melainkan menjaga komunikasi dengan tokoh masyarakat dan kader.

Sementara itu, suara mencapai 87.000 yang diperoleh Adi Wiryatama untuk lolos ke DPRD Bali Dapil Tabanan dalam Pileg 2019 ini, tersebar di 9 kecamatan se-Tabanan. Menurut Sudiana, penyumbang suara terbesar bagi adi Wiryatama adalah Kecamatan Baturiti yang mencapai 12.000 suara. Padahal, dalam Pileg 2014 silam, Adi Wiryatama hanya meraih kisaran 6.000 suara di Kecamatan Baturiti.

"Artinya, perolehan suara di Kecamatan Baturiti kali ini sudah dua kali lipat dari sebelumnya. Kami bersyukur. Kami akan berusaha semaksimal mungkin bekerja dan menyalurkan aspirasi masyarakat," tutur Sudiana.

Sementara, selain Adi Wiryatama-Nyoman Sudiana di Tabanan, di Badung juga ada caleg kakak adik yang lolos ke kursi legislatif level berbeda dengan naik kendaraan PDIP. Mereka adalah I Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota dan I Bagus Jagra Wibawa alias Gus Ari, politisi PDIP asal Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung.

Si sulung Gus Bota bahkan lolos ke kursi DPRD Bali 2019-2024 Dapil Badung dengan predikat sebagai peraih suara terbanyak se-Bali. Caleg new comer ini tembus DPRD Bali dengan koleksi 110.440 suara. Gus Bota tembus DPRD Bali Dapil Badung bersama 3 caleg PDIP lainnya, masing-masing Ketut Tama Tanaya (incumbent yang memperoleh 21.937 suara), I Nyoman Laka (incumbent yang meraih 14.697 suara), dan I Made Duama (new comer yang meraih 13.852 suara).

Sedangkan adiknya, Gus Ari, lolos ke kursi DPRD Denpasar dari PDIP Dapil Denpasar Utara, dengan meraih 5.106 suara. Dengan suara tersebut, Gus Ari lolos sebagai peraih suara terbanyak ketiga internal caleg PDIP Dapil Denpasar Utara. Gus Ari sendiri selama ini dikenal sebagai Ketua Semeton GB (Gus Bota) Provinsi Bali. *des

Komentar