nusabali

Warga Terserang Malaria di Nusa Penida

  • www.nusabali.com-warga-terserang-malaria-di-nusa-penida

Tidak tertutup kemungkinan ada warga dari luar daerah yang wilayahnya endemis Malaria.

SEMARAPURA, NusaBali

Kabupaten Klungkung bebas dari penyakit Malaria sejak 2014. Namun penyakit infeksi parasit Plasmodium yang ditularkan melalui nyamuk Anopheles betina kembali terjadi di Kecamatan Nusa Penida (Klungkung), dalam rentang Februari-Maret 2019, menyerang dua warga.

Kedua warga tersebut Kadek Pait Wirawan,22, seorang mahasiswa asal Desa Pejukutan, Nusa Penida yang tinggal di Jalan Batuyang Gang Garuda III, Desa Batubulan, Gianyar, dan I Nengah Sulatra, 42, warga Banjar Bangle, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem.

Wirawan sendiri mulai menderita panas tinggi sejak Jumat, 22 Februari 2019, sehingga harus menjalani perawatan medis di RSUP Sanglah Denpasar, pada 26 Februari, dengan diagnose positif Malaria Vivax. Selama ini yang bersangkutan hanya sempat pergi ke Tabanan dan kampung halamannya di Nusa Penida.

Sedangkan Nengah Sulatra, yang kesehariannya sebagai petani ini sebelum sakit sempat pergi ke Nusa pendia untuk bekerja sebagai tukang bangunan villa bersama 6 orang temannya dalam satu rombongan. Sulatra mulai sakit pada 10 Maret 2019, ketika berada di Nusa Penida yang bersangkutan merasa panas (demam) disertai menggigil dan sakit kepala. Namun Sulatra hanya membeli obat di warung. Karena sakitnya tidak kunjung sembuh maka Sulatra kembali ke kampung halamannya di Karangasem, 14  Maret, kemudian berobat ke Puskemas Abang II, dan sempat diduga tertular DBD.

Akan tetapi setelah petugas turun mensurvei ke lokasi kasus, ternyata tidak ditemukan potensi penularan DBD. Seingga dilaporkan ke pemegang program Malaria untuk pengambilan darah Malaria, dan yang bersangkutan menderita Malaria.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Klungkung dr Ni Made Adi Swapatni, juga sudah turun ke Nusa Penida, untuk mengecek genangan air atau disebut lagoon, yang menjadi sumber sarang nyamuk. “Kami sudah tebar 200 benih ikan pada 3 lagoon di Nusa Penida, agar benih-benih nyamuk dimakan ikan, kami juga sudah sampaikan kepada warga agar tidak memancing atau menangkap ikan tersebut,” ujar Swapatni. Namun masih ada beberapa lagoon yang terisi air ketika musim hujan saja, maka ini menyulitkan petugas.

Swapatni belum berani memastikan apakah yang bersangkutan terjangkit Malaria di Nusa Penida atau daerah lain, tetapi keduanya pasien itu memang sempat beraktivitas di Nusa Penida. “Klungkung sebenarnya sudah dinyatakan bebas Malaria sejak 2014 lalu, kami juga sudah melakukan langkah pengawasan di RS dan pengawasan maupun tindak lanjut pengobatannya,” katanya.

Dengan pesatnya perkembangan pariwisata Nusa Penida, juga menyebabkan mobilitas penduduk yang padat. Dalam hal ini tidak tertutup kemungkinan ada warga dari luar daerah yang wilayahnya endemis Malaria, kemudian beraktivitas di Nusa Penida. Sehingga berpotensi menularkan penyakit tersebut lewat gigitan nyamuk.*wan

loading...

Komentar