nusabali

BPBD Karangasem Bagikan Masker

  • www.nusabali.com-bpbd-karangasem-bagikan-masker

Anggota BPBD Karangasem bagikan masker di sejumlah tempat pasca erupsi Gunung Agung, Minggu (21/4).

AMLAPURA, NusaBali

Para pedagang di Pasar Desa Selat, Banjar Selat Kelod, Desa/Kecamatan Karangasem juga dapat bantuan masker. Erupsi Gunung Agung melontarkan kepulan abu dan pasir setinggi 2.000 meter dari puncak kawah atau setinggi 5.142  meter dari permukaan laut. Erupsi berdurasi 175 detik, amplitudo 25 mm mengakibatkan hujan abu di sejumlah tempat.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan bagikan masker bertujuan agar masyarakat tidak menghirup abu vulkanik. Sebab abu vulkanik bentuknya tajam dan beracun. Jika terhirup maka membahayakan pernapasan. Ia mengimbau warga kenakan masker saat bepergian atau di dalam rumah yang lokasinya terpapar abu vulkanik. Selain hujan abu, warga di Banjar Pura, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, juga mencium bau belerang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan abu bisa terbang hingga ke luar Karangasem, seperti Bangli, Klungkung, Denpasar, dan Tabanan. Di Kecamatan Selat hujan abu dirasakan di Banjar Bukit Galah, Banjar Sebun, Banjar Telung Buana, Banjar Badeg Tengah, Banjar Badeg Dukuh, Banjar Perangsari, Banjar Geriana Kauh, Banjar Tegeh, Banjar Abiantiying, Banjar Pura dan Pura Pasar Agung.

Sedangkan di wilayah Kecamatan Bebandem yakni Banjar Nangka, Banjar Bukit Paon, Banjar Butus, Banjar Yehkori, sebagian Desa Jungutan dan Desa Sibetan. “Tidak ada warga yang mengungsi, aktivitas masyarakat normal,” jelas Sutopo Purwo Nugroho. Erupsi Gunung Agung juga tidak mempengaruhi aktivitas di Bandara Internasional Ngurah Rai. Status Gunung Agung masih level III (Siaga). “Erupsi ini biasa untuk gunung aktif, ikuti rekomendasi PVMBG,” pintanya. *k16

Komentar