nusabali

Guru Yoga Asal India Lolos DPRD Bali Dapil Buleleng

  • www.nusabali.com-guru-yoga-asal-india-lolos-dprd-bali-dapil-buleleng

Kejutan terjadi dalam perebutan kursi DPRD Bali Dapil Buleleng di Pileg 2019.

Dr Somvir Langsung Digoyang


SINGARAJA, NusaBali
Seorang guru yoga asal India, Dr Somvir, berhasil tembus DPRD Bali dari NasDem Dapil Buleleng. Sementara, sejumlah incumbent jutsru diprediksi terpental, termasuk vokalis NasDem I Nyoman Tirtawan.

Dr Somvir yang dalam Pileg 2014 lalu maju tarung kursi DPRD Bali dari PDIP Dapil Buleleng, namun gagal lolos---dikabarkan lolos ke kursi DPRD Bali berdasar hasil perhitungan suara sementara Pileg 2019 di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Berdasarkan perhitungan di PPK, Partai NasDem dapat 30.432 suara di Buleleng untuk kursi DPRD Bali. Dengan suara tersebut, NasDem kebagian jatah 1 kursi.

Nah, Dr Somvir meraih suara lebih banyak dari incumbent Nyoman Tirtawan, sehingga berhak mewakili NasDem lolos ke DPRD Bali Dapil Buleleng. Dr Somvir meraih lebih dari 10.000 suara. Sedangkan Nyoman Tirtawan, politisi NasDem asal Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng yang dalam periode 2014-2019 mendapat julukan sebagai vokalis Dewan, hanya meraih kisaran 7.000 suara, sehingga harus merelakan kursinya diambilalih dr Somvir. Hanya saja, di internal NasDem belum bisa menerima Dr Somvir melenggang ke DPRD Bali.

Lolosnya Dr Somvir merupakan salah satu dari sederet kejutan dalam perebutan kursi DPRD Bali Dapil Buleleng di Pileg 2019. Berdasarkan data suara sementara hingga Minggu (21/4), tercatat ada 7 parpol yang berhasil meraih kursi DPRD Bali Dapil Buleleng. Dari 12 kursi yang diberebutkan di Dapil Buleleng, PDIP mendominasi 6 kursi, karena meraih suara terbanyak 166.400 suara.

Sedangkan Golkar yang berada di posisi kedua dengan 46.490 suara, tetap meraih 2 kursi DPRD Bali Dapil Buleleng, seperti ketika Pileg 2014. Dua kursi tersebut diraih kembali oleh incumbent Nyoman Sugawa Korry dan Ida Gede Komang Kresna Budi. Disusul kemudian NasDem di posisi ketiga dengan 30.432 suara hingga dapat 1 kursi DPRD Bali Dapil Buleleng, Demokrat (26.419 suara/1 kursi), Hanura (14.189 suara/1 kursi), dan Gerindra (14.115 suara/1 kursi). Sebaliknya, PAN yang dalam Pileg 2014 lalu berhasil merebut 1 kursi DPRD Bali Dapil Buleleng melalui Ketut Jengiskan, kini terpental dari DPRD Bali.

Ada pun 5 dari 6 kursi DPRD Bali Dapil Buleleng milik PDIP, masing-masing direbut I Gusti Ayu Aries Sujati (istri dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang berstatus caleg new comer), Putu Mangku Mertayasa (new comer yang kini masih anggota DPRD Buleleng), I Ketut Rochineng (new comer yang mantan Kepala BKD Provinsi Bali dan lebih dikenal sebagai penyanyi Pop Bali), I Kadek Setiawan (incumbent), dan Dewa Made Mahayadnya (incumbent). Sementara 1 kursi DPRD Bali dari PDIP Dapil Buleleng lainnya, masih diperebutkan antara duo incumbent: Gede Kusuma Putra (politisi PDIP asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan) dan Dewa Nyoman Rai Adi (politisi PDIP asal Desa Tembok, Kecamatan Tejakula).

Satu-satunya kursi DPRD Bali dari Demokrat Dapil Buleleng, diperoleh kembali oleh incumbent I Komang Nova Sewi Putra. Sedangkan satu kursi DPRD Bali dari Hanura Dapil Buleleng diperoleh I Wayan Arta (mantan Caalon Wakil Bupati Buleleng di Pilkada 2012). Wayan Arta menyingkirkan incumbent Ni Made Arini.

Sebaliknya, satu kursi DPRD Bali dari Gerindra Dapil Buleleng masih diperebutkan antara Jro Nyoman Rai Yusha (new comer) dan I Ketut Agus Mas Sewi Putra (incumbent). Jro Ray Yusha merupakan politisi asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan yang kini Ketua DPC Gerindra Buleleng. Sedangkan Ketut Agus Mas Sewi adalah politisi Gerindra asal Desa Pelapuhan, Kecamatan Busungbiu, Buleleng yang notabene adik akndung dari Komang Nova Sewi Putra. Saat Pileg 2014 lalu, dua kakak adik yang merupakan anak dari politisi gaek Nyoman Sember ini sama-sama lolos ke DPRD Bali.

Kejuatan terbesar terjadi dalam perebutan kursi DPRD Bali Dapil Buleleng di internal NasDem. Di luar dugaan, Dr Somvir sukses meraih lebih dari 10.000 suara, hingga guru yoga asal India ini berhak atas kursi DPRD Bali. Sedangkan Nyoman Tirtawan, incumbent yang kerap bersuara lantang di DPRD Bali 2014-2019, harus rela tersingkir karena hanya meraih kisaran 7.000 suara.

Namun, meski diperkirakan lolos, Dr Somvir belum benar-benar aman. Masalahnya, beberapa caleg DPRD Bali dari NasDem Dapil Buleleng belum bisa menerima perolehan suara Dr Somvir. “Memang banyak yang belum bisa menerima saya meraih suara terbanyak. Saya dibilang macam-macam,” tutur dr Somvir saat dihubungi dihubungi NusaBali per telepon, Minggu kemarin.

Dr Somvir mengakui suara yang diperolehnya adalah suara hasil binaannya selama bertahn-tahun, sejak maju tarung ke DPRD Bali Dapil Buleleng naik kendaraan PDIP di Pileg 2014 lalu. Kala itu, Dr Somvir berhasil meraih sekitar 11.000-an suara, namun kalah bersaing dengan 5 caleg PDIP: Gede Kusuma Putra, Ketut Kariyasa Adnyana, Dewa Nyoman Rai Adi, Kadek Setiawan, dan Dewa Made Mahayadnya. “Suara 11.000 itu adalah suara murni yang saya bina sejak 6 tahun lalu. Tapi, tetap saja masih ada yang belum terima,” sesal Dr Somvir.

Sementara itu, Ketua DPD NasDem Buleleng, Made Suparjo, mengakui 1 jatah kursi partainya ke DPRD Bali hasil Pileg 2019 akan jatuh ke tangan Dr Somvir. “Kemungkinannya Pak Dr Somvir yang lolos ke DPRD Bali Dapil Buleleng,” kata Made Suparjo saat dikonfirmasi NusaBali terpisah, Minggu kemarin.

Disinggung konflik internal karena masih ada yang belum puas kalau Dr Somvir yang loolos ke DPRD Bali,  menurut Made Suparjo, semestinya seluruh kader bersyukur karena NasDem kembali bisa merebut jatah 1 kursi dari Dapil Buleleng. Dia pun mengajak seluruh kader NasDem tetap menjaga situasi kondisif selama proses penghitungan suara hasil Pileg 2019.

“Ini harus disyukuri, NasDem kembali bisa menempatkan wakilnya di DPRD Bali. Saya berharap, seluruh kader dapat menjaga situasi kondusif, biarkan penyelenggara Pemilu bekerja. NasDem akan patuh dengan keputusan penyelenggara,” tegas caleg NasDem yang gagal lolos ke DPRD Bali Dapil Buleleng karena suaranya kalah dari Dr Somvir ini.

Dr Somvir sendiri sudah mulai digoyang dengan isu money politics, setelah di-nyatakan lolos ke DPRD Bali, mulai digoyang. Indikasinya, Dr Somvir dilaporkan ke Bawaslu Buleleng atas dugaan money politics. Dia dilaporkan membagi-bagikan uang di Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng, akhir Maret 2019. Yang melaporkan kasus ini ke Bawaslu Buleleng adalah dua warga Kaliuntu, Carulus Bisman Bela alias Karel dan Komang Edi Arta Wijaya.

Dalam laporannya ke Bawaslu Buleleng, Sabtu (20/4), Dr Somvir diduga bagi-bagi uang pada 29 Maret 2019 dirumah Karel. Saat itu, Dr Somvir datang ke rumah Karel untuk melakukan sosialisasi ke hadapan seratusan warga. Nah, warga yang dihadir dijanjikan uang Rp 100.000 jika memilih Dr Somvir.

Usai sosialisasi, Dr Somvir menyerahkan uang Rp 500.000 dan sekotak kartu nama kepada Karel dan warga lainnya. Uang itu disebut sebagai uang muka sebelum hari pencoblosan. Namun, uang itu tidak dibagikan. “Saya takut membagikan uangnya. Kami laporkan ini karena takut. Apalagi, ada informasi kalau orang yang membagikan juga bisa kena hukum,” ungkap Karel.

Di sisi lain, Ketua Bawaslu Buleleng, Putu Sugiardana, mengatakan laporan tersebut tidak bisa ditindaklanjuti. Sebab, peristiwa yang diduga politik uang itu telah terjadi 29 Maret lalu, namun baru dilaporkan 20 April. “Sesuai dengan Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2018 tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilu, tujuh hari setelah peristiwa diketahui namun tidak dilaporkan, maka peristiwa itu dianggap kadaluarsa,” jelas Sugiardana di Singaraja, Minggu kemarin. *k19

Komentar