nusabali

Cok Istri Dua Kali Gagal Bela Klungkung di Porprov

  • www.nusabali.com-cok-istri-dua-kali-gagal-bela-klungkung-di-porprov

Karateka andalan Klungkung, Cokorda Istri Sanistyarani di kelas -55 kg putri dua kali gagal membela Gumi Srombotan pada  Porprov Bali.

SEMARAPURA, NusaBali

Sebelumnya pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, Cok Istri juga tidak membela Klungkung karena sibuk di Pelatnas.  Namun tahun ini pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, Cok Istri juga terganjal turun. Selain masih di pelatnas SEA Games Filipina dan mengejar tiket Olimpiade, Cok Istri tidak tampil di Porprov karena aturan larangan.

Karateka Cok Istri berlabel atlet peraih medali di event internasional, yakni peraih perunggu Asian Games 2018 di Jakarta. Dengan status itu Cok Istri dipastikan tidak dapat memperkuat kontingen Klungkung di Porprov Tabanan.

Apalagi nama Cok Istri juga dirilis KONI Bali bersama tuan rumah Tabanan, merupakan satu diantara sekian banyak atlet berlabel prestasi internasional di Porprov. Padahal sebelum resmi menjadi atlet Klungkung, Cok Istri adalah atlet Kabupaten Jembrana.

Karena tinggal dan sekolahnya di Jembrana. Bahkan basic awal berlatih karateka juga berkembang di Jembrana. Sehingga sempat menyumbangkan medali emas untuk kontingen Jembrana di Porprov Bali XI/2015 lalu di Kabupaten Buleleng.

Hanya saja Cok Istri merupakan karateka asli asal Klungkung. Menyikapi hal itu Ketua Umum KONI Kabupaten Klungkung, Wayan Yanik Subamia tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Semakin banyak atlet Klungkung berlabel prestasi internasional, justru semakin bagus. Kami senang untuk itu, karena kami mendorong atlet berprestasi di ajang nasional dan internasional," ucap Yanik Subamia di Klungkung, Selasa (16/4).

Jika sudah mampu di event internasional, manfaat juga akan dapat dirasakan Klungkung. Minimal Kabupaten Klungkung disebut secara khusus, dan umumnya untuk Bali juga.

"Kami tidak permasalahkan sampai 2 kali gagal membela Klungkung di ajang Porprov. Ini semua kan demi Indonesia juga. Ajang regenerasi atlet juga," beber Yanik Subamia.

Justru Subamia merasa bangga atas prestasi atletnya itu. Mampu mengharumkan nama Indonesia di event internasional. Ditambahkan Yanik, saat Klungkung sudah menyiapkan regenerasi. Jadi di Karate tidak hanya bertumpu pada Cok Istri saja. Namun karateka lainnya juga ditempa dengan baiknya.

Bahkan tidak hanya disatu nomor saja. Melainkan menggarap semua nomor yang dipertandingkan di cabor karate. Namun dia belum menjamin mampu meraih medali emas. Minimal menyiapkan atletnya dengan baik di ajang Porprov. *dek

Komentar