nusabali

Terjatuh, Warga Pinggan Tewas

  • www.nusabali.com-terjatuh-warga-pinggan-tewas

Made Terta yang melaju cukup kencang hendak menyalip sepeda motor, namun saat di jalan menurun yang bersangkutan terjatuh.

BANGLI, NusaBali

Kecelakaan tunggal atau out of control (OC) pengendara sepeda motor, I Made Terta,47, terjadi di Jalan Raya Penulisan - Desa Pinggan, tepatnya di Subak Abian Kauh, Desa  Pinggan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Minggu (14/4). Made Terta yang mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX ini mengalami luka pada bagian kepala hingga wajah. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas setempat, namun akhirnya meninggal.

Informasi yang terhimpun, Minggu pagi sekitar pukul 09.00 Wita, Mede Terta yang keseharian sebagai petani mengedarai sepeda motor seorang diri. Dia datang dari arah utara hendak ke selatan. Sesampainya di TKP, yang kondisi jalanya menurun, Made Terta terjatuh dan langsung tidak sadarkan diri.

Ketika itu salah seorang warga, Mangku Rimin yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, langsung membantu korban. Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas menggunakan mobil pick up. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas medis, korban dinyatakan telah meninggal.

Kapolsek Kintamani Kompol Made Raka Sugita mengaku terlah menerima laporan dan langsung mendatangi TKP. "Hasil olah TKP, murni kecelakaan tunggal. Korban jatuh saat melintas dijalan turunan," ungkapnya. Korban yang terbentur diaspal mengalami luka pada robek pada wajah, pipi, kepala belakang, tangan kanan, luka memar pada dada.

Bendesa Adat Pinggan I Made Seden mengatakan Made Terta mengalami kecelakaan saat akan pulang dari ladang. "Warga kami ini dari ladang hendak pulang, dari ladang menuju rumah jarak dua  kilometer," ungkapnya. Disampaikan, kala itu Made Terta yang melaju cukup kencang hendak menyalip sepeda motor, namun saat di jalan menurun yang bersangkutan terjatuh.

Jenasah Made Terta sudah disemayamkan di rumah duka dan rencana akan dikubur tiga hari mendatang di setra (kuburan) setempat. Korban Made Terta meninggalkan istri dan orang anaknya. "Anaknya sudah dewasa satu dan satu lagi masih SD," imbuhnya sembari menyebutkan anak pertama korban sudah bekerja sebagai petani. *esa

loading...

Komentar