nusabali

Dikubur, Mahasiswi Korban Pembunuhan

  • www.nusabali.com-dikubur-mahasiswi-korban-pembunuhan

Jenazah Ni Made Ayu Serli Mahardika, 20, yang ditemukan tewas membusuk di dalam kamar kos Jalan Wijayakusuma Gang IV Nomor 1, Kelurahan Banyuasri, Buleleng, dikubur ke setra Banjar Senganan Kangin, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan pada Saniscara Pon Ugu, Sabtu (13/4).

TABANAN, NusaBali

Ratusan krama tak terkecuali teman satu kampus di Undiksha SIngaraja, ikut mengantar ke setra.  Kelian Dinas Banjar Senganan Kangin I Made Sukarmayasa menyatakan jenazah almarhum diantar ke setra sekitar pukul 17.00 Wita. Almarhum Made Ayu Serli Mahardika diupacarai dengan cara dikubur.

“Sekarang dikubur karena masih ada upacara mlaspas di Pura Dalem, sehingga upacara ngaben diundur dengan jadwal masih dirembukkan,” ujarnya diketika dikonfirmasi, Sabtu sore.

Dia mengatakan proses upacara penguburan berlangsung lancar. Kedua orangtua korban, I Nyoman Suastika dan Ni Nyoman Sarini, tampak tegar dan bisa menerima tamu yang datang ke rumah duka. “Orangtuanya sudah bisa menerima tamu datang, sudah tegar,” tuturnya.

Sukarmayasa mengakui selain krama yang mengantar jenazah korban, turut pula teman satu kampus Made Ayu Serli mengantar ke setra. “Teman-teman Ayu Serli dari siang banyak yang melayat ke rumah duka, mereka juga ikut mengantar ke setra,” imbuhnya sembari mengatakan jika jenazah Ayu Serli  tiba di Tabanan pada Jumat (12/3) sore sekitar pukul 16.30 Wita.

Seperti berita sebelumnya, mahasiswi Undiksha Singaraja, Ni Made Ayu Serli Mahardika, 20, ditemukan tewas membusuk di kamar kosnya kawasan Jalan Wijaya Kusuma Gang IV Nomor 1 Singaraja, Kamis (11/4) siang pukul 13.00 Wita. Dia dibunuh oleh pacarnya, Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21. Korban dihabisi tersangka dengan cara dibekap menggunakan bantal, lalu dipukuli dan dicekik lehernya.

Pengakuan tersebut disampaikan tersangka Kadek Indra Jaya saat dihadirkan dalam rilis perkara di Mapolres Buleleng, Jalan Pramuka Singaraja, Jumat (12/4). Tersangka Indra Jaya merupakan pemuda asal Banjar Dangin Carik, Desa Peken, Kecamatan Tabanan. Kesehariannya, tersangka bekerja sebagai pegawai angkringan di Tabanan. Pemuda yang tubuhnya penuh tato ini juga merupakan residivis kasus kekerasan.

Sedangkan korban Made Ayu Serli Mahardika yang tercatat sebagai mahasiswi Semester IV Jurusan Pendidikan Fisika Undiksha Singaraja, berasal dari Banjar Senganan Kangin, Desa Senganan, Penebel, Tabanan. Korban Made Ayu Serli terungkap kembali menjalin hubungan asmara dengan tersangka Kadek Indrajaya, sejak 7 bulan terakhir. Tersangka Indra Jaya nekat menghabisi nyawa pacarnya ini hanya gara-gara cemburu, lantaran ada chatingan laki-laki yang masuk ke ponsel korban Ayu Serli.

Menurut tersangka Indra Jaya, dirinya apel dan menginap di tempat kos korban Ayu Serli, Minggu (7/4) malam. Sehari kemudian, Senin (8/4), korban Ayu Serli meninggalkan pacarnya sendirian di tempat kos sejak pagi sampai sore, karena mengikuti perkuliahan di kampus. Sore itu pula, korban Ayu Serli sempat pulang ke kos. Nah, mahasiswi cantik berusia 20 tahun ini hendak balik lagi ke kampus karena mendapat chat dan telepon dari temannya. Inilah yang membuat tersangka Indra Jaya cemburu, lalu nekat menghabisi nyawa pacarnya. *des

Komentar