nusabali

Pemkab Klungkung Segera Luncurkan Hidroponik KK Miskin

  • www.nusabali.com-pemkab-klungkung-segera-luncurkan-hidroponik-kk-miskin

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta akan segera meluncurkan program pola tanam hindroponik untuk keluarga miskin atau KK miskin.

SEMARAPURA, NusaBali

Dengan upaya ini diharapkan, KK miskin lebih produktif.  “Kami berikan mereka (KK miskin) kail, bukan ikan. Hidroponik untuk KK miskin akan segera diluncurkan secara bertahap,” ujar Bupati Suwirta, di sela-sela melihat implementasi tananam hidroponik dengan metode rakit apung, jenis Sayur Kangkung dan Pak Coy (sejenis Sawi) di Desa Satra, Kecamatan Klungkung, Minggu (8/4) sore.

Kata Bupati asal Dusun Ceningan, Nusa Penida ini, program hidroponik untuk KK miskin tersebut merupakan komitmen ketika menggelar bedah desa. Saat melihat kemiskinan begitu banyak di masyarakat, maka mereka setiap bulan diberikan bantuan sembako. Ternyata apa yang dilakukan hampir tidak berhasil menuntaskan kemiskinan, hanya bisa meringankan mereka dan bertahan dalam situasi seperti itu. “Dari sana saya pernah mengeluarkan ide hidroponik masuk KK miskin,” katanya.

Konsep hidroponik tersebut sudah diterapkan sekitar sebulan lalu di Desa Satra, yakni di rumah Desak Putu Pujawan di Dusun Kawan, dan Dewa Made Sukandi di Dusun Kangin. Dengan memerlukan lahan hanya seluas 160 cm x 240 cm diisi sekitar 200 bibit, panen dilakukan dalam rentang dua minggu, dengan jumlah produksi 40 kg. “Budidaya dengan konsep hidroponik tidak hanya dalam bentuk tanaman kangkung saja, bisa juga timun, bayam dan lainnya. Kami juga akan mempersiapkan tenaga ahli yang nantinya akan membantu memberikan pengarahan kepada KK miskin mengenai cara budidaya tanaman hidroponik,” ujarnya.

Dewa Made Sukandi mengaku tertarik bertani dengan konsep hidroponik karena sangat mudah dalam hal perawatan, sampai masa panen tanaman tersebut dan sangat mudah diterapkan. “Hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman,” ujarnya.

Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas. Adapun keuntungan dari konsep hidroponik antara lain, tidak membutuhkan tanah, air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya dijadikan akuarium, pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien, relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan. *wan

Komentar