nusabali

Gunung Agung Erupsi Disertai Suara Gemuruh

  • www.nusabali.com-gunung-agung-erupsi-disertai-suara-gemuruh

Gunung Agung di Karangasem kembali erupsi, Kamis (28/3) petang pukul 18.25 Wita.

AMLAPURA, NusaBali
Selain menimbulkan suara gemuruh secara beruntun, erupsi kali ini juga disertai hujan abu dan hujan pasir di beberapa lokasi.  Dalam laporan yang disusun Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Agung PVMBG Kementerian ESDM di Banjar Dangin Pasar, Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, I Dewa Made Mertayasa, erupsi terjadi kemarin petang mulai pukul 18.25 Wita. Hanya saja, ketinggian abu warna kelabu tidak teramati. Pasalnya, Gunung Agung petang itu diselimuti kabut tebal.

Erupsi Gunung Agung kemarin petang disertai suara gemuruh dan hujan abu serta hujan pasir di beberapa lokasi. Suara gemuruh bertubi-tubi, antara lain, terdengar di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Banjar Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang. "Suara gemuruh terdengar begitu keras, hingga terasa bergetar, mirip petir berkekuatan besar," ungkap seorang warga Banjar Temukus, Desa Besakih, I Komang Kayun, kepada NusaBali tadi malam.

Suara gemuruh juga terdengar cukup keras dari Banjar Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem yang berada di lereng Gunung Agung. Suara gemuruh ini mengakibatkan burung-burung beterbangan dari hutan. Bukan hanya itu, suara gemuruh erupsi Gunung Agung juga terdengar hingga ke Pos Gunung Api Agung PVMBG Kementerian ESDM di Banjar Dangin Pasar, Desa/Kecamatan Rendang, yang berjarak 12 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.

Sementara, hujan abu antara lain terjadi di Banjar Bonyoh, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem. Menurut kesaksian seorang warga setempat, I Ketut Tirtayasa, hujan abu cukup keras terdai di Banjar Bonyoh, tadi malam sekitar pukul 20.50 Wita.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, tadi malam langsung memantau dampak dari erupsi Gunung Agung. Apalagi, erupsi kali ini menimbulkan hujan abu dan hujan pasir di sejumlah tempat. "Kami telah siapkan masker. Bagi warga yang memerlukan masker, mereka agar segera melapor ke BPBD, kami siap mengantarnya," ujar IB Arimbawa.

Informasi yang dihimpun BPBD, kata IB Arimbawa, sejumlah warga yang terdampak hujan abu dan hujan pasir masih berjaga-jaga memantau situasi. Namun, hingga tadi malam belum ada warga yang bergeser alias mengungsi dari tempat tinggalnya.

Sementara itu, relawan Pasebaya Agung Karangasem yang bertugas di Pos Terpadu Terminal Banjar Kedundung, Desa Besakih, Jro Mangku Jumu, mengatakan selama terjadi erupsi Gunung Agung tadi malam, tidak terdengar suara gemuruh, juga tak ada hujan abu di tempatnya. Aktivitas persembahyangan krama di Pura Besakih, Desa Pakraman Besakih serangkaian Karya Agung Panca Balikrama pun berlangsung lancar.

Menurut Jro Mangku Jumu, pamedek ke Pura Besakih tadi malam cukup padat. "Pamedek tidak terpengaruh erupsi Gunung Agung. Bisa saja ada suara gemuruh, tapi tidak terdengar dari sin (Pos Terpadu Terminal Besakih, Red), mengingat ramainya lalulalang kendaraan pamedek," ujar Jro Mangku Jumu saat dikonfirmasi NusaBali terpisah, tadi malam. *k16

loading...

Komentar