nusabali

Capaian Vasektomi Menurun Drastis

  • www.nusabali.com-capaian-vasektomi-menurun-drastis

Setelah tanpa insentif, capaian target peserta vasektomi menurun drastis sejak tahun 2015.

AMLAPURA, NusaBali
Target 28 akseptor untuk program vasektomi tahun 2018 hanya tercapai 2 akseptor. Pada tahun 2017, target 28 akseptor tercapai 14 akseptor. Target tahun 2019 diturunkan jadi 3 akseptor.

Kepala Dinas Pengendalian Penuduk dan Keluarga Berencana Karangasem, Made Sosiawan, mengatakan salah satu penyebab menurunnya akseptor vasektomi karena tidak ada lagi insentif dari Pemprov Bali dan Pemkab Karangasem. Padahal metode kontrasepsi vasektomi pada pria sangat aman. Hanya dengan melipat saluran sperma agar tidak mengalir dari testis ke penis. Jika jenuh ikut vasektomi bisa dikembalikan.

Dikatakan, para akseptor yang ikut program vasektomi hanya menjalani operasi ringan, hanya saja luka akibat operasi mesti disembuhkan hingga dua minggu. Selama itulah belum bisa bekerja sehingga perlu adanya insentif sebagai pengganti kepada akseptor yang tidak kerja. “Vasektomi tidak ada efek samping, tujuannya untuk mencegah terjadi kehamilan. Itu dilakukan kepada pria yang usianya di atas 35 tahun, yang tidak lagi berniat memiliki keturunan,” terangnya, Rabu (27/3).

Made Sosiawan mengatakan, terakhir akseptor dapat insentif pada tahun 2015 sebesar Rp 1,5 juta dari Pemkab Karangasem dan Provinsi Bali Rp 500.000. Di tahun 2015 target 30 akseptor tercapai 30 akseptor. Tahun 2016, juga tanpa anggaran insentif, target 28 akseptor tercapai hanya 6 akseptor, keenam akseptor itu dari Kecamatan Kubu, Karangasem. Tahun 2017 ditarget 28 akseptor tercapai 14 akseptor, ternyata tahun 2018 turun drastis target 6 akseptor tercapai 2 akseptor. Alasan tidak menganggarkan insentif di APBD 2018 karena terbentur UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. *k16

Komentar