nusabali

Pembangunan Tahap 4 Berlanjut

  • www.nusabali.com-pembangunan-tahap-4-berlanjut

Untuk pembangunan tahap 4, segera akan ditenderkan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4,9 miliar.

Proyek RTH Bung Karno Tahap 3 Masih Bermasalah


SINGARAJA, NusaBali
Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno di Kelurahan/Kecamatan Sukasada, siap dilanjutkan ke tahap 4, meski tahap sebelumnya (tahap 3) masih bermasalah, karena ada kegiatan yang tidak tuntas dikerjakan.

Sekretaris Dinas Perkimta, Gede Melandrat, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Buleleng, Selasa (26/3) pagi mengatakan, untuk pembangunan tahap 4, segera akan ditenderkan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4,9 miliar. Kegiatan itu meliputi, pembangunan kolam air mancur, pembangunan wantilan, candi dan pekerjaan lainnya. “Untuk tahap 4, bulan depan (April,red) sudah mulai ditenderkan,” katanya.

Meski pembangunan tahap 4 segera dilanjutkan, Sekdis Melandrat tidak menampik jika pembangunan tahap 3 masih menyisakan permasalahan. Karena ada beberapa kegiatan fundamental berupa pemasangan Patung Bung Karno yang tidak tuntas dikerjakan. Disamping itu, sisa pembayaran terhadap kegiatan yang sudah dikerjakan juga belum dapat diselesaikan.

Melandrat mengaku, pihaknya sudah berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Pusat, terkait dengan pelunasan sisa pembayaran termasuk melanjutkan sisa pekerjaan yang tidak sempat diselesaikan dalam tahap 3. Dalam konsultasi itu, pihak LKPP mengizinkan sisa pekerjaan dilanjutkan. Sedangkan pelunasan sisa pembayaran masih menunggu audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.  “Untuk pelunasan sisa pembayaran masih menunggu audit, berapa nilai yang mesti dibayarkan. Tetapi pelunasan itu belum bisa dilakukan di tahun 2019, karena pengerjaan itu tercatat masuk di tahun 2019, sehingga auditnya berlaku untuk anggaran tahun 2019,”terangnya.

Sedangkan untuk kelanjutan dari sisa pekerjaan di tahap 3, tetap diizinkan. Hanya saja, karena anggaran untuk kegiatan itu sebesar Rp 1 miliar, maka prosesnya harus ditenderkan. “Kami masih menunggu surat resminya dari LKPP, secara garis besar memang diizinkan dilanjutkan. Tetapi seperti apa nanti mekanismenya, kami juga minta petunjuk dari pimpinan (bupati,red), karena ada keinginan agar kegiatan pembuatan patung itu dilanjutkan oleh tukangnya langsung,” ujar Melandrat.

Sebelumnya, kegiatan penempatan Patung Bung Karno berbahan perunggu pada pembangunan tahap 3, tidak bisa diselesaikan oleh rekanan, meski telah diberikan perpanjangan waktu 50 hari. Kala itu, beberapa bagian patung masih dikerjakan di Jogjakarta. Karena tidak kelar, maka kegiatan itu langsung diputus kontrak. Inilah yang menjadi persoalan karena pelunasan sisa pembayaran tidak bisa dilakukan sebelum adanya audit. Disamping itu, pengerjaan sisa bagian patung yang belum terselesaikan juga membingungkan, karena jika ditenderkan ulang, dikhawatirkan hasil pekerjaan tidak nyambung dengan bagian patung yang sudah selesai sebelumnya. *k19

Komentar