nusabali

Sebanyak 40 Pecalang dari 22 Banjar Adat Berjaga-jaga

  • www.nusabali.com-sebanyak-40-pecalang-dari-22-banjar-adat-berjaga-jaga

Sebelum berjaga di tiap-tiap banjar, seluruh pecalang mengikuti paruman. Paruman ini digelar sekitar pukul 05.30 Wita, karena Nyepi Adat berlangsung pukul 06.00 Wita hingga 12.00 Wita.

Nyepi Adat di Desa Pakraman Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem  

AMLAPURA, NusaBali
Desa Pakraman Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem menggelar Nyepi Adat pada Anggara Pon Menail, Selasa (19/3). Selama Nyepi Adat yang berlangsung selama 6 jam dari pukul 06.00 hingga 12.00 Wita, sebanyak 40 pecalang yang berasal dari 22 banjar adat berjaga-jaga di wewidangan (wilayah) Desa Pakraman Sibetan.

Nyepi Adat ini dilaksanakan serangkaian upacara Usaba Dalem di Pura Dalem Desa Pakraman Sibetan, yang telah berakhir pada Soma Paing Menail, Senin (18/3). 

Berbeda dengan Nyepi Tahun Baru Saka, Sipeng atau pelaksanaan Catur Brata Penyepian dalam Nyepi Adat di Desa Pakraman Sibetan ini hanya berlangsung selama 6 jam, mulai pagi pukul 06.00 Wita hingga siang pukul 12.00 Wita. Sedangkan kalau Nyepi Tahun Baru Saka, Sipeng dilakukan selama 24 jam mulai pagi pukul 06.00 Wita hingga keesokan harinya pukul 06.00 Wita.

Pantauan NusaBali, Nyepi Adat diawali dengan paruman yang melibatkan seluruh pecalang. Paruman yang digelar sekitar pukul 05.30 Wita itu berlangsung di Pura Bale Agung, setelah paruman yang digelar selama sekitar 30 menit selanjutnya para pecalang tersebut berbagi tugas. Saat jam menunjukkan pukul 06.00 Wita, seluruh pintu gerbang rumah warga ditutup. 

Ketua Pecalang Desa Pakraman Sibetan I Wayan Darta, mengatakan Nyepi Adat berjalan lancar. “Tiap banjar kami tugaskan pecalang untuk berjaga-jaga. Astungkara Nyepi berjalan lancar,” kata Darta, krama Banjar Adat Kalanganyar, Desa Pakraman Sibetan. 

Darta menyebutkan, Nyepi Adat itu dilaksanakan setiap usai menggelar karya. Terakhir kali Desa Pakraman Sibetan menggelar Nyepi Adat, usai Karya Mamungkah lan Nubung Daging di Pura Kahyangan Tiga tahun 2004. Kali ini Nyepi Adat dilaksanakan usai Karya Nyatur Loka Pala, di Pura Bale Agung.

Sementara Penyarikan Desa Pakraman Sibetan, Made Mastiawan, mengatakan selama enam jam pelaksanaan Sipeng dalam Nyepi Adat, krama Desa Pakraman Sibetan dilarang menerima tamu. Krama dari luar Desa Sibetan juga dilarang bertamu. “Sedangkan kendaraan dari luar desa dibolehkan melintas, namun tidak boleh berhenti di wewidangan (wilayah) Desa Pakraman Sibetan,” ungkap Made Mustiawan saat dikonfirmasi NusaBali, Senin (18/3).

Seperti diberitakan sebelumnya, Desa Pakraman Sibetan mewilayahi dua desa dinas di Kecamatan Bebandem, yakni Desa Sibetan dan Desa Jungutan. Kedua desa dinas tersebut mewilayahi 12 banjar dinas dan 22 banjar adat. Nah, saat Sipeng Nyepi Adat pada Selasa kemarin, segala aktivitas di dua desa dinas tersebut dihentikan selama enam jam.

Itu sebabnya, 16 sekolah dan 2 kantor desa juga ditutup aktivitasnya saat Nyepi Adat. Dua kantor desa dimaksud adalah Kantor Desa Sibeten dan Kantor Desa Jungutan. Sedangkan 16 sekolah yang diliburkan, 9 unit berada di wilayah Desa Sibetan dan 7 unit lagi berada di Desa Jungutan.

Sekolah yang berada di Desa Sibetan adalah SMPN 1 Bebandem, SMKN Bebandem, SDN 1 Sibetan, SDN 2 Sibetan, SDN 3 Sibetan, SDN 4 Sibetan, SDN 5 Sibetan, SDN 6 Sibetan, dan SDN 7 Sibetan. Sedangkan sekolah yang berada di Desa Jungutan adalah SMAN Bebandem, SDN 1 Jungutan, SDN 2 Jungutan, SDN 3 Jungutan, SDN 4 Jungutan, SDN 5 Jungutan, dan SDN 6 Jungutan.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Disdikpora Kecamatan Bebandem Ida Bagus Made Suta Susila, mengatakan sudah ada imbauan dari Desa Pakraman Sibetan terkait libur sekolah saat Nyepi Adat. 

Secara terpisah, Kadisdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika, juga mengakui pihaknya mendapat surat imbauan dari Desa Pakraman Sibetan terkait pelaksanaan Nyepi Adat di desa tersebut. "Ya, kami dapat surat imbauan, makanya di 13 sekolah SDN dan satu SMP kami liburkan selama pelaksanaan Nyepi,” ujarnya.

Karena imbauan stop aktivitas selama Nyepi Adat di Desa Pakraman Sibetan ini, jadwal pelaksanaan USBN bagi Kelas XII di SMAN Bebandem pun terpaksa digeser. Menurut Kepala Sekolah (Kasek) SMAN Bebandem I Ketut Martha Ariana, jadwal USBN yang seharusnya digelar Selasa (19/3), digeser ke Jumat (22/3). “Secara psikologis, siswa tidak terpengaruh oleh bergesernya jadwal USBN karena Nyepi Adat itu,” kata Martha Ariana. *k16

loading...

Komentar