nusabali

Kios Sepatu di Pasar Kidul Bangli Terbakar

  • www.nusabali.com-kios-sepatu-di-pasar-kidul-bangli-terbakar

Satu kios penjualan sepatu di lantai 2 Pasar Kidul Bangli terbakar pada, Jumat (15/3) sekitar pukul 13.30 Wita.

BANGLI, NusaBali

Kebakaran tersebut diduga akibat dupa, percikan mengenai kardus sepatu hingga memicu kebakaran.  Informasi yang terhimpun kios sepatu tersebut milik Jro Nyoman Mudra, 56, yang tinggal di seputaran Jalan Brigjen Ngurah Rai, Lingkungan/Kelurahan Kawan, Bangli. Kebakaran tersebut pertama diketahui oleh pedagang yang berjualan dekat kios milik Jro Mudra.

Saksi I Wayan Subagiasa, 42, dan Ni Ketut Sudarmi, 36, awalnya mencium bau benda terbakar tidak jauh dari kios mereka. Kemudian karena curiga akhirnya keduanya mencari tahu sumber bau tersebut. Kemudian dilihatlah ada kepulan asap dari kios milik Jro Mudra.

Mendapati hal tersebut, Wayan Subagiasa langsung mencari Jro Mudra jika kepulan asap keluar dari kios miliknya. Sementara Ketut Sudarmi memberitahukan hal tersebut pada petugas pasar. Selanjutnya salah satu petugas pasar, Wayan Sudika, 42, langsung memadamkan arus listrik serta menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Sembari menunggu petugas pemadam kebakaran petugas pasar bersama pedagang menyiram kios tersebut dengan air. Kapolsek Bangli, Kompol Dewa Made Raka mengungkapkan sebelum petugas damkar tiba, api dapat dipadamkan. "Cepat diketahui sehingga bisa dipadamkan secara manual dan tidak sampai api membesar," ungkapnya.

Pihaknya menyebutkan kebakaran tersebut dipicu oleh dupa yang lupa dipadamkan. Potongan dupa jatuh ke dalam kardus yang ada di bawah pelangkiran. "Pengakuan dari korban sekitar pukul 11.30 Wita korban sembahyang di kiosnya, kemudian selang beberapa waktu korban menutupnya. Sampai akhirnya korban dikabari oleh saksi Wayan Subagiasa jika kios terbakar," bebernya. Dari kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan kerugian, barang dagangan tidak sampai terbakar. "Yang terbakar kardus sepatu," ujarnya.

Pihaknya pun mengimbau para pedagang untuk berhati-hati, mana kala sudah selesai sembahyang agar dupa yang digunakan agar dipadamkan. "Agar lebih berhati-hati, jika terjadi kebakaran yang rugi para pedagang itu sendiri," imbuhnya. *es

loading...

Komentar