nusabali

Vaksinasi Massal Prioritaskan Zona Merah

  • www.nusabali.com-vaksinasi-massal-prioritaskan-zona-merah

Sasar Segitiga Kasus Perbatasan Buleleng, Kangasem dan Bangli

SINGARAJA, NusaBali

Tim vaksinasi massal di sembilan kecamatan yang ada di Buleleng mulai bergerak Jumat (15/3). Vaksinasi massal tahap I diawali di 42 desa di sembilan kecamatan yang masuk dalam zona merah. Salah satu di antaranya yang menjadi fokus penanganan adalah wilayah segitiga kasus wilayah Buleleng bagian Timur perbatasan dengan Karangasem dan Bangli.

Kabid Pembibitan dan Produksi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, drh Ketut Gede Nata Kusuma, mengatakan pencanangan program Bali bebas rabies masih menjadi PR. Hingga saat ini dari delapan kabupaten kota dan satu kodya, hanya Denpasar dan Tabanan yang masih nihil kasus rabies. Sedangkan enam kabupaten lainnya tak dapat dibendung.

“Posisi zona merah daerah di Bali ada perbatasan Buleleng dengan Karangasem dan Bangli yang sering kami sebut segitiga kasus. Ini yang menjadi prioritas penanganan, Buleleng Barat wilayah Banjar dan Seririt juga dengan enam kasus gigitan positif anjing rabies,” kata Nata.

Sejauh ini menurut pencatatannya di Bali ada total 45 kasus gigitan anjing rabies. Menangani hal itu Nata pun mengaku Bali saat ini menyediakan stok vaksin sebanyak 600 ribu, petugas monitoring sebanyak 4.000 orang dan petugas vaksinasi atau e-tim hampir mendekati seribu orang.

Nata pun menjelaskan pecapaian pencanangan program Bali bebas rabies sejauh ini masih mengalami kendala yang sangat kompleks. Terutama dari budaya masyarakat dalam memelihara anjing dan pemahaman resiko yang timbul akibat rabies.

“Partisipasi masyarakat yang menjadi jaminan dalam hal ini. Anjing paling dekat dengan masyarakat. Sekarang masyarakat bagaimana memberikan partisipasi lebih besar. Kalau logistik dan petugas tidak sulit kita siapkan. Kami berharap juga Desa Adat memberikan peran yang lebih besar dalam upaya menekan kasus rabies,” imbuh dia.

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan, drh Wayan Susila menjelaskan di tahun 2019 ini di Buleleng sudah ada enam gigitan anjing positif rabies. Ia pun mengaku sudah melakukan pemetaan untuk vaksinasi masal tahap I yang menyasar 42 desa zona merah di sembilan kecamatan.

Vaksinasi rabies ini juga dioptimalkan di daerah zona rabies dan ditarget tuntas pada akhir Maret ini lebih dari 70 persen dan dari populasi anjing setempat. Sehingga harapannya tida ada lagi kasus berulang dan  kekebalan kolektif yang ada di populasi anjing bisa memutus kasus itu. “Kendala selama ini sehingga ada kasus berulang adalah faktor daerah perbukitan, anjing dilepas liarkan untuk kebunnya, ini perlu kita fokuskan dan tingkatkan. Kami juga mengawali dengan sosialisasi sehingga harapannya vaksinasi massal dapat maksimal,” tegas Susila. *k23

Komentar