nusabali

Istri 'Teroris' Ledakkan Diri Bersama Anaknya

  • www.nusabali.com-istri-teroris-ledakkan-diri-bersama-anaknya

Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan diri dengan bom lon-tong rakitan di dalam rumahnya di Jalan KH Ahmad Dahlan Gang Sekuntum, Sibolga, Sumatra Utara, Rabu (13/3) dinihari.

SIBOLGA, NusaBali
Perem,puan berusia 30 tahun itu diduga meledakkan diri di dalam kamar bersama anaknya yang masih balita usia 2 tahun. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan aksi meledakkan diri dengan bom lontong ra-kitan itu ini dilakukan istri Abu Hamzah, Rabu dinihari sekitar pukul 02.20 WIB. Dalam insiden ini, 2 orang tewas mengenaskan.

"Baru saja (info) dari lapangan, dapat dipastikan yang berada di kamar saat meledakkan diri adalah ibu dan seorang anak kecil berusia 2 tahun. Saat ini, tim berhati-hati untuk olah TKP dan evakuasi tubuh-tubuhnya," ungkap Brigjen Dedi dilansir detikcom di Jakarta, Rabu malam.

Sedangkan Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto, mengatakan ada potongan tu-buh yang terlempar sejauh 70 meter dari lokasi rumah TKP. Jasad istri Abu Hamzah disebutkan sudah dievakuasi ke RS Sibolga. Jasad yang dievakuasi itu merupakan potongan-potongan tubuh. "Kita belum olah TKP, potongan tubuh terlempar dari lokasi sekitar 70 meter," ujar Irjen Agus Andrianto

Sementara, Tim Densus 88/Antiteror Polri belum menemukan jasad anak yang dilaporkan ikut dilesakkan di dalam rumah. "(Anak) belum lihat jasadnya, kalau potongan tubuh istrinya ada, kemungkinan diduga istrinya," papar Irjen Agus Andrianto.

Istri terduga teroris Abu Hamzah sendiri sebelumnya diimbau menyerahkan diri oleh petugas, setelah suaminya ditangkap, Selasa (12/3) siang pukul 14.23 WIB. Tokoh masyarakat di Sibolga juga dilibatkan untuk membujuk dan bernegosiasi dengan istri Abu Hamzah.

Namun, perempuan yang tidak disebut namanya itu pilih beretahan di dalam ru-mahnya bersama anaknya yang berusia 2 tahun. Bahkan, istri Abu Hamzah ini nekat meledakkan diri dengan bom lontong rakitan.

Sebelum negosiasi dengan istrinya, Densus 88 lebih dulu menangkap terduga te-roris Abu Hamzah. Selain Abu Hamzah, ada dua terduga teroris lainnya yang ditangkap di Sibolga. Saat Tim Densus 88 mendatangi rumah Abu Hamzah di Jalan KH Ahmad Dahlan Gang Sekuntum, Sibolga, terjadi ledakan bom di halaman rumahnya. Sementara istri Abu Hamzah bertahan di dalam rumah.

"Kejadian di Sibolga merupakan pengembangan penangkapan oleh Densus 88 terhadap jaringan ISIS di Sumatra. Densus 88 bergerak dan tangkap satu terduga di Lampung, dengan pengembangan di Sibolga. Tim bergerak ke Sibolga, ada 3 orang ditangkap. Selain Abu Hamzah, ada AHH dan AR alias D," ujar Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto.

Sementara itu, terduga teroris Abu Hamzah mengaku sudah merakit puluhan bom. Empat bom di antaranya dibawa sang istri yang kemudian tewas karena memilih meledakkan diri bersama anaknya, saat dikepung polisi.

"Dari pengakuan pelaku AH (Abu Hamzah) itu, ada sekitar puluhan bom yang sudah terakit. Yang aktif yang dibawa istrinya sekitar 4 bom dan ada bahan-bahan juga (seperti) puluhan kg berupa potasium sebagai bahan baku," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

Brigjen Dedi menerangkan, efek ledakan bom rakitan Abu Hamzah yang diduga terkait jaringan JAD berafiliasi ISIS ini, cukup kuat. Sejumlah rumah di sekitarnya mengalami kerusakan. "Artinya, bahwa bom meskipun low explosive, tapi kalau jumlahnya cukup banyak, bisa berakibat kerusakan cukup fatal,” kata Brigjen Dedi.

Polisi masih melakukan sterilisasi di lokasi istri terduga teroris Abu Hamzah meledakkan diri di Sibolga. Polisi menduga masih ada sisa-sisa bom di lokasi. "Masih menunggu tim Labfor dan Inafis ke TKP. Lokasi TKP masih diamankan, belum bisa masuk karena diduga masih ada sisa-sisa bom yang dapat melukai petugas apabila tidak berhati-hati," kata Brigjen Dedi.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan terduga teroris yang ditangkap Densus 88/Antiteror di Sibolga dan Lampung merupakan bagian dari jaringan yang berafiliasi dengan ISIS. "Mereka adalah kelompok yang berafiliasi dengan paham-paham ISIS," kata Jenderal Tito.

Untuk peristiwa di Sibolga, lanjut Jenderal Tito, terduga teroris Abu Hamzah bisa diamankan Densus 88/Antiteror. Namun, istri dan anaknya masih bertahan di dalam rumah---dan akhirnya tewas meledakkan diri. *

loading...

Komentar