nusabali

Hujan Deras, Penyeberangan di Selat Bali Ditutup 25 Menit

  • www.nusabali.com-hujan-deras-penyeberangan-di-selat-bali-ditutup-25-menit

Penyeberangan lintasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi – Gilimanuk, Jembrana pada Kamis (21/2) sore, ditutup sementara akibat gangguan hujan deras di tengah perairan Selat Bali.

NEGARA, NusaBali
Penutupan sementara penyeberangan itu berlangsung sekitar 25 menit mulai pukul 14.25 Wita hingga pukul 14.50 Wita.

Berdasar informasi, sebelum penyeberangan ditutup sore hari itu, memang sudah terjadi tanda-tanda hujan, berupa mendung disertai hembusan angin kencang sekitar pukul 14.00 Wita. Tidak lama kemudian, turun hujan deras yang dibarengi kabut tebal di tengah perairan Selat Bali. Adanya kabut tebal yang dilaporkan mengganggu jarak pandang nakhoda, itu segera disikapi pihak Syahbandar Ketapang maupun Gilimanuk untuk melakukan menutup penyeberangan sekitar pukul 14.25 Wita.

Saat dilakukan penutupan sementara penyeberangan itu, sejumlah kapal motor penumpang (KMP) yang sudah melakukan bongkar muat di seluruh Dermaga Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk, tidak diizinkan berangkat. Sementara beberapa kapal yang sedang berlayar, juga diminta segera mencari tempat aman di sekitar areal pelabuhan terdekat. Beberapa penumpang yang sudah menaiki kapal di dermaga, terpaksa menunggu di dalam kapal sembari menanti cuaca membaik, sebelum akhirnya penyeberangan kembali dibuka sekitar pukul 14.50 Wita.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) atau Syahbandar Gilimanuk Ketut Aryadana, Kamis kemarin, mengatakan penutupan sementara penyeberangan itu, karena terjadi cuaca buruk. Menurutnya, selain angin kencang, terjadi hujan deras disertai kabut yang mengganggu jarak pandang nakhoda, dan berisiko memicu tabrakan kapal di tengah laut. “Jadi untuk keselamatan pelayaran, kami tunda dulu. Tetapi setelah cuaca semakin membaik, hujan maupun angin mulai reda dan kabut hilang, ya kami langsung buka kembali,” ujarnya.

Menurut Aryadana, saat dilakukan penundaan sementara penyeberangan selama 25 menit itu, tidak sampai menimbulkan tumpukan kendaraan penumpang di Pelabuhan Gilimanuk maupun Ketapang. Pasalnya, saat terjadi gangguan cuaca itu, arus penumpang cukup lengang. Begitu penyeberangan dibuka, para penumpang yang sempat menunggu di dalam kapal, sudah langsung berangkat. *ode

Komentar