nusabali

Serahkan Pahpahan, Bupati Tekankan Penataan dan Kebersihan DTW Tanah Lot

  • www.nusabali.com-serahkan-pahpahan-bupati-tekankan-penataan-dan-kebersihan-dtw-tanah-lot

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan pahpahan kepada 22 desa pakraman se-Kecamatan Kediri, di Wantilan Pura Luhur Pakendungan, Beraban, Kecamatan Kediri, Selasa (19/2).

TABANAN, NusaBali

Bupati Eka menginstruksikan kepada seluruh pengelola DTW Tanah Lot dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan agar terus meningkatkan kualitas, penataan sarana dan prasarananya.

Dijelaskannya, penyerahan pahpahan hasil pengelolaan DTW Tanah Lot tahun 2018 ini merupakan anugerah bagi semua. “Di daerah lain tidak punya yang seperti ini, satu-satunya di Tabanan yang mempunyai warisan leluhur yaitu Pura Tanah Lot yang menghasilkan dan memberikan berkah kepada masayarakat Tabanan. Astungkara kita harus bersyukur karena memiliki warisan leluhur yang sangat luar biasa. Ini harus dijaga, dirawat, dan disyukuri,” kata Bupati Eka di acara yang dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabanan I Wayan Miarsana, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat AA Dalem Tresna Ngurah, dan Asisten Administrasi Umum I Made Sukada, serta seluruh OPD dan para bendesa adat yang menerima pahpahan.

Salah satu yang menjadi ganjalan adalah tentang penataan pasar dan kebersihan lingkungan di DTW Tanah Lot. Untuk pelaksanaan dan anggaran harus melakukan koordinasi dan komunikasi yang intens antara pihak DTW dengan OPD terkait di lingkumgan Pemkab Tabanan.

“Jadi sekarang tinggal bagaimana penataan DTW Tanah Lot ke depannya, termasuk penataan pasar. Bagaimana caranya agar wisatawan bisa memandang pasar itu bagus dan nyaman, nanti tinggal diatur pelaksanaannya dan anggarannya seperti apa. Orang datang pasti belanja dan tidak mungkin untuk melihat pura saja. Semua itu harus ditata dan dirancang, tentunya kita harus memperhatikan juga kebersihan lingkungan DTW,” tandasnya.

Bupati Eka juga mengintruksikan agar mempercepat penerapan e-ticketing, sehingga pengelolaan manajemen di DTW Tanah Lot semakin efektif dan lebih efisien.

Sementara Manajer Tanah Lot Toya Adnyana mengatakan untuk kunjungan wisata tahun 2018 mengalami penurunan sebanyak 3.335.882 yang sebelumnya tahun 2017 sebanyak 3.497.825. Hal ini dikarenakan oleh kondisi alam yang terjadi, seperti gempa dan banjir di Jawa. “ Mudah-mudahan pada tahun 2019 ini, Tanah Lot tetap menjadi DTW yang menarik di mata wisatawan, kunjungan wisatawan didominasi oleh tamu manca negara,” ucapnya.

Toya Adnyana menambahkan, pihaknya akan memaksimalkan pengembangan kawasan barat DTW Tanah Lot, pengembangan wisata kuliner, dan pementasan kesenian daerah. Dengan begitu wisatawan merasa nyaman berkunjung dan tidak hanya melihat keindahan pantai dan sunset semata.

Mengenai turunnya kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot, Bupati Eka menyarankan agar tetap bersyukur dengan apapun yang telah terjadi. “Tentunya kita juga harus bersyukur. Kenapa demikian, meskipun kunjungan tidak sesuai target tapi tetap ada dan padat, jadi pelancong tidak ada bosan-bosannya datang ke Tanah Lot. Sekarang tinggal bagaimana penataan DTW ke depannya,” tuturnya. *de

Komentar