nusabali

Subawa Titip Salam ke Sumarjaya Linggih

  • www.nusabali.com-subawa-titip-salam-ke-sumarjaya-linggih

Dilantik Jadi Ketua DPD MKGR Bali

DENPASAR, NusaBali

Baru saja dilengserkan dari kepengurusan DPD I Golkar Bali, I Wayan Subawa dilantik menjadi Ketua DPD Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR)---salah satu Ormas Pendiri Partai Golkar Provinsi Bali, Jumat (15/2) malam. Dalam pidato pelantikannya, Wayan Subawa kirim salam buat Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, yang dua pekan sebelumnya melengserkan dirinya dari jabatan Wakil Ketua Bappilu Wilayah Denpasar DPD I Golkar Bali.

Dalam acara pelantikan Wayan Subawa sebagai Ketua DPD MKGR Bali di Sector Bar Sanur, Denpasar Selatan, tadi malam, Demer selaku Plt Ketua DPD I Golkar Baliu sebetulnya diundang hadir. Namun, Demer tidak datang dan hanya diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Bali, I Komang Suarsana alias Kos.

Wayan Subawa sendiri dilantik sebagai Ketua DPD MKGR Bali 2018-2023, setelah terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Sanur, pertengahan tahun 2018 lalu. Subawa mengisi kursi Ketua DPD MGKR Bali yang sebelumnya sempat lama lowong pasca ditinggalkan Demer akibat dualisme kepengurusan DPP Golkar. Demer kala itu masuk kubu Munas Ancol pimpinan Agung Laksono, yang berseteru dengan kubu Munas Nusa Dua pimpinan Aburizal Bakrie.

Pelantikan Wayan Subawa sebagai Ketua DPD MKGR Bali tadi malam dilakukan oleh Ketua Umum DPP MKGR, Roem Kono. Pelantikan dihadiri sekitar 300 kader, termasuk mantan Ketua DPD I Golkar Bali I Ketut Sudikerta, yang sebelumnya dicopot dari jabatannya karena terseret sebagai tersangka kasus dugaan penipuan jual beli tanah senilai Rp 150 miliar.

Mantan Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Golkar Bali, I Gusri Putu Wijaya, juga terlihat hadir. IGP Wijaya sebelumnya ikut dilengserkan Demer dari kepengurusan DPD I Golkar Bali, bersama Wayan Subawa, AA Ngurah Rai Wiranata, Made Dedung Suardana, dan Gede Kintawali.

Nah, saat diberikan kesempatan menyampaikan pidato politik usai dilantik sebagai Ketua DPD MKGR Bali tadi malam, Wayan Subawa sempat sentil Demer yang telah memberangusnya dari kepengurusan DPD I Golkar Bali. “Terimakasih adik saya Kos Suarsana sudah bersedia hadir mewakili Demer,” ujar Subawa.

Subawa menambahkan, semula dirinya ingin sekali Demer bisa datang ke acara pelantikannya tadi malam. Namun sayang, undangan tersebut tidak dipenuhi oleh Demer. “Sebenarnya saya undang Saudara Demer yang telah mengeluarkan saya dari kepengurusan Golkar Bali. Walaupun saya sudah dikeluarkan sama Demer, namun saya tetap mau ketemu dia. Tolong sampaikan salam saya kepada Saudara Demer,” tandas mantan Sekda Badung ini.

Menurut Subawa, dirinya akan mengabdi sebagai Ketua DPD MKGR Bali 2018-2023. Disebutkan, MKGR Bali sempat lama tanpa pemimpin kosong karena gonjang-ganjing dualisme kepengurusan Golkar. Ke depan, MKGR harus eksis dalam kancah perpolitikan.

Subawa yang kemarin konvoi bersama pengurus dan Ketua Umum DPP MKGR Roem Kono dari Kantor DPD MKGR Bali di Jalan Drupadi Denpasar menuju lokasi acara di Sanur---membeber sejarah MKGR. Subawa mengakui dirinya termasuk pengurus lawas saat MKGR besar di era Orde Baru. Dengan memimpin MGKR Bali, Subawa berjanji akan tetap berjuang untuk Partai Golkar, walaupun tidak lagi menjadi pengurus.

“Hidup ini seperti wayang, di balik kepahitan ada kenikmatan. Saya tegaskan mengabdi di Golkar tidak hanya menjadi pengurus saja,” jelas Subawa yang notabene mantan Penjabat Bupati Badung 2005 dan Calon Walikota Denpasar di Pilkada 2010.

Di sisi lain, Ketua Umum DPP MKGR Roem Kono dalam pidatonya mengatakan Partai Golkar sedang menghadapi pesta gong demokrasi Pileg/Pilpres 2019. Karenanya, harus diminimalkan konflik internal. “Kami berharap semuanya bisa bersatu dan kompak, jangan ada perbedaan-perbedaan lagi. Soal pandangan berbeda boleh saja, tapi jaga kekompakan di tengah-tengah kita menghadapi Pileg/Pilpres 2019,” tandas Roem Kono dalam pidato politiknya saat melantik Ketua DPD MKGR Bali tadi malam.

Sementara itu, Komang Suarsana alias Kos tidak mau menanggapi pidato Subawa, yang menyentil Demer. “Pak Demer memang tidak bisa hadir karena ada kunjungan ke Sulawesi Selatan dalam rangka kunjungan DPR RI. Saya datang mewakili karena ditunjuk partai,” ujar Kos saat dikonfirmasi NusaBali terkait sentilan Subawa untuk Demer.

Kos mengatakan, pidato Subawa bukanlah hal yang harus dijawab. ”Selain hadiri acara MGKR, hari ini (kemarin) saya juga diundang ke acara Kosgoro 1957 yang juga menggelar Musdalub di Bali. Ya, saya wakili Pak Demer. Spriritnya kan ini untuk kebesaran Partai Golkar,” kilah politisi yang mantan wartawan asal Banjar Belungbang, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli ini.

MKGR sendiri merupakan satu dari tiga Kelompok Induk Organisasi (Kino) Pendiri Partai Golkar. Dua ormas Pendiri Partai Golkar lainnya, masing-masing Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 dan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI). Dulunya, ormas Pendiri Partai Golkar ini disebut Tri Karya. *nat

Komentar