nusabali

LP Narkotika di Bangli 'Rusuh'

  • www.nusabali.com-lp-narkotika-di-bangli-rusuh

Belasan napi pembuat onar tadi malam diisolasi di Ruang Besuk LP Narkotika Bangli, dalam kondisi mata ditutup kain dan tangan terikat

16 Napi Bikin Onar, Keroyok Sesama Penghuni hingga Terluka

BANGLI, NusaBali
Aksi pengeroyokan sesama narapidana (napi) terjadi dua kali secara beruntun di LP Narkotika kawasan Banjar Buungan, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli, Kamis (14/2) dan Jumat (15/2). Korbannya adalah dua napi narkoba, Indra Pratama dan Ida Bagus Suartama, yang dikeroyok oleh 16 napi lainnya.

Aksi pengeroyokan pertama terjadi Kamis siang sekitar pukul 13.30 Wita, dengan korban Ida Bagus Suartana. Korban dikeroyok oleh 16 napi narkoba lainnya, yang disebut-sebut merupakan anggota ormas. Sedangkan aksi pengeroyokan kedua terjadi Jumat siang pukul 11.00 Wita, dengan korban Indra Pratama. Pelakunya pun orang yang sama, yakni 16 napi yang sebelumnya bikin onar keroyok korban IB Suartama.

Baik korban Indra Pratama maupun IB Suartama sama-sama babak belur akibat dikeroyok 16 napi. Hingga Jumat malam, korban Indra Pratama yang mengalami luka lebam masih dirawat di Poliklinik LP Narkotika. Sedangkan korban IB Suartana tadi malam sudah kembali berada di blok penahanannya, setelah menjalani perawatan.

Belum diketahui pasti, apa motif di balik aksi pengeroyokan sesama napi narkoba ini. Yang jelas, baik 16 pelaku maupun 2 napi yang jadi korban pengeroyokan sama-sama menghuni Blok C LP Narkotika. Konon, para napi yang bikin onar sebagian besar baru dipindahkan ke LP Narkotika Bangli.

Aksi pengroyokan hari pertama dan kedua terjadi saat para napi melakukan aktivitas di luar blok. Seperti biasa, para napi melakukan kegiatan olahraga atau kegiatan pembinaan lainnya. Tiba-tiba, terjadi aksi pengeroyokan sesama napi.

Jajaran Polres Bangli dan Polsek Susut pun turun tangan mengendalikan situasi pasca aksi pengeroyokan sesama napi narkoba di LP Narkotika ini. Petugas kepolisian terjun mengamankan 16 napi pembuat onar dan banti lakukan penggeledahan. Buat sementara, 16 napi pembuat onar ditempatkan di Ruang Besuk LP Narkotika Bangli, dalam kondisi mata ditutup kain dan tangan diborgol.

Hingga tadi malam, mereka masih diisolasi di Ruang Besuk dalam kondisi mata tertutup dan tangan diborgol. Beberapa dari mereka teriak-teriak sembari menangis, karena tak tahan dalam kondisi tangan diborgol.

Selain mengisolasi 16 napi pembuat onar, petugas kepolisian juga ikut mendampingi petugas LP Narkotika Bangli untuk melakukan penggeledahan di masing-masing blok. Tim dari Polres Bangli yang terjun ke LP Narkotika, Jumat kemarin, dipimpin langsung Kabag Ops Kompol Ngakan Anom Semadi.

Menurut Kompol Anom Semadi, ada permintaan dari pihak LP Narkotika untuk pendampingan pelaksanaan sweeping. "Ada 40 personel kepolisian yang diterjunkan. Mereka tim gabungan dari Polres Bangli dan Polsek Susut," jelas Kompol Anom Semadi seraya menyebutkan pihaknya tiba di LP Narkotika Bangli, Jumat sore pukul 16.30 Wita.

Sementara itu, Kepala LP Narkotika Bangli, Arif Rahman, mengatakan sejak beberapa hari terakhir memang sudah muncul riak-riak, namun situasi masih bisa dikendalikan. Sampai akhirnya terjadi aksi pengroyokan sesama napi, Kamis siang, dan berlanjut keesokan harinya. Arif Rahman mengakui sebagian napi yang bikin onar tersebut adalah anggota ormas.

Terkait kemungkinan memindahkan para napi pembuat onar ini ke LP lainnya, menurut Arif Rahman, pihaknya mengaku masih mengkoordinasikan masalah tersebut. "Masih kami komunikasikan, tentu kami akan sampaikan jika ada pemindahan," tandas Arif Rahman. *es

Komentar