nusabali

TI Bali Larang Atletnya Tampil untuk Cabor Lain

  • www.nusabali.com-ti-bali-larang-atletnya-tampil-untuk-cabor-lain

Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali mengeluarkan surat larangan bagi seluruh anggota Taekwondo Indonesia turun bertanding mewakili cabor lain dalam Porprov Bali XIV/ 2019 di Tabanan pada September nanti.

DENPASAR, NusaBali

Kebijakan ini diterapkan untuk pemurnian terhadap organisasi Taekwondo Indonesia dan membentuk sikap kegigihan bagi anggota TI Bali.  "Jika anggota Taekwondo turun di luar cabor taekwondo, itu tidak diperkenankan. Jelas-jelas kami larang," ucap Ketua Umum Pengprov TI Bali, Anak Agung Lanang Agung Ananda di Denpasar, Kamis (14/2).

Pria yang biasa disapa Gung Lan itu mengatakan, bagaimana hendak melakukan pemurnian terhadap organisasi taekwondo Indonesia dan membentuk sikap kegigihan bagi anggotanya, kalau atletnya saja tidak disiplin. Tujuan ini juga untuk menciptakan atlet yang gigih dan handal. "Bagaimana mau gigih, karena kalah seleksi langsung pindah cabor lain. Kalau ingin berprestasi dan jadi yang terbaik harusnya meningkatkan pola latihan. Jadi bukan pindah di cabor lain," terang Lan Ananda.

Lagi pula kalau tanding di cabor lain kualitasnya pasti bukan kualitas super. Tapi, kata Lan Ananda, hanya menang karena keberuntungan.

"Kami KONI Bali tidak mau berkontribusi menciptakan atlet karbitan. Kalau mau main untuk cabor lain, kami persilahkan mundur sebagai atlet taekwondo Indonesia. GMSnya pun langsung kami non aktifkan, sehingga tidak bisa berkegiatan Taekwondo lagi kedepannya," tegas Lan Ananda.

Hanya saja untuk saat ini masih memberikan toleransi kepada atlet-atlet TI yang sudah bertanding di cabor lain untuk membuat surat pernyataan. Surat pernyataan yang isinya menyatakan tetap memilih menjadi atlet taekwondo indonesia dan tidak akan bertanding untuk cabor lain diluar Taekwondo.

Ya, perpindahan cabor menjelang kejuaraan resmi menyeruak sejak Asian Games beberapa waktu lalu. Misalnya atlet Judo pilih menekuni cabor lainnya agar bisa tampil di event Asian Games 2018. Begitu juga disejumlah cabor lainnya. Yang cabor memiliki basik beladiri. Sebab, satu cabor dengan yang lainnya hampir mirip. Hanya namanya sedikit berbeda. Padahal basiknya cukup sama dengan cabor sebelumnya. *dek

Komentar