nusabali

Perlengkapan Ogoh-Ogoh Diburu Warga

  • www.nusabali.com-perlengkapan-ogoh-ogoh-diburu-warga

Beragam perlengkapan dan aksesories ogoh-ogoh diburu warga, terutama kalangan anak muda seiring mendekatnya hari raya Nyepi, Kamis 7 Maret yang akan datang.

DENPASAR, NusaBali
Perlengkapan dan aksesoris yang dicari warga di antaranya bulu perasok lenteran, bulu gembrang, kertas karton untuk ditatah sebagai hiasan dan yang lainnya.

“Ya, sudah ramai sejak tiga minggu lalu,” ujar Kadek Silawati, penjual perlengkapan dan peralatan ogoh-ogoh dan perlengkapan busana di Jalan WR Supratman, Denpasar, Jumat (8/2). Yang banyak dibeli belakangan ini adalah jalinan serat perasok (sejenis pandan) yang berfungsi sebagai bulu maupun rambut ogoh-ogoh.

Serat itu berasal dari daun perasok yang sudah diolah sedemikian rupa, mulai dari perendaman, pemilihan, pengeringan hingga penataan dan menjalinnya menjadi bulu prasok yang diinginkan. “Ada dalam bentuk bulu lenteran, dirangkai dengan ikatan memanjang, ada bulu gembrang yakni terurai,” ujar pemilik kios Umah Tari, asal Banjar Puaya, Desa Batuan Sukawati Gianyar.

Sebelumnya yang dicari warga adalah rotan, untuk kerangka ogoh-ogoh. Penjualannya, kata Silawati juga lumayan. “Suami saya mempersiapkan 50 kilo, astungkara terjual semua,” ungkap Silawati.

Semua bahan dan perlengkapan ogoh-ogoh tersebut, menurut Silawati didatangkan dari kampungnya di Batuan, Sukawati. Hal itu karena Banjar Puaya, merupakan sentra aneka kerajinan seni. Mulai dari menatah wayang, tapel/topeng, barong dan perlengkapannya, sampai bulu atau rambut dari serat pohon perasok.

Untuk diketahui harga peralatan ogoh-ogoh bervariasi. Contohnya untuk bulu lenteran warna hitam Rp 10 ribu per ikat. Sedang bulu lenteran warna merah Rp 12 ribu per ikat. Rotan Rp 45 ribu per ikat dengan panjang sekitar 1 meter. Ogoh-ogoh akan diarak pada hari Pangerupukan, yakni sehari jelang  Hari Raya Nyepi, pada  Rabu  6 Maret depan.*k17

Komentar