nusabali

Diterjang Banjir, Dapur Hotel Jebol

  • www.nusabali.com-diterjang-banjir-dapur-hotel-jebol

Pelaku pariwisata di Objek Wisata Candidasa waswas terjadi banjir akibat hujan deras.W

AMLAPURA, NusaBali

Hujan lebat menyebabkan banjir dan tanah longsor di 10 lokasi berbeda di Kabupaten Karangasem, Jumat (8/2). Salah satunya bangunan dapur Hotel Bay Shore di Objek Wisata Candidasa, Banjar Karanganyar, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, jebol. Material bangunan yang jebol menutup aliran sungai Subak Empelan sehingga aliran air terhambat menuju laut.

Kapolsek Manggis, Kompol I Nengah Subangsawan, langsung berkoordinasi dengan pemilik hotel, Mr Bradley Wayne Griffitlei, warga Australia. Kapolsek Kompol Subangsawan meminta Mr Bradley segera membersihkan material bangunan yang menutup aliran air sungai. Sementara Mr Bradley melalu manajer hotel, I Kadek Sugianta, mengatakan segera menindaklanjuti bangunan yang roboh. “Kami masih menunggu pihak asuransi untuk menghitung kerugian, diperkirakan rugi Rp 150 juta,” kata Sugianta.

Pelaku pariwisata di Objek Wisata Candidasa, Jro Mangku Sumardika, mengaku waswas atas derasnya hujan yang menyebabkan banjir. “Bangunan fasilitas pariwisata yang mempersempit alur sungai, ya tanggung sendiri risikonya,” ungkap Mangku Sumardika. Longsor juga terjadi di Banjar Pakel, Desa/Kecamatan Bebandem, di Banjar Tihingan, Desa/Kecamatan Bebandem), Bukit Cinta Lingkungan Gelumpang, Kelurahan Karangasem, di Banjar Belong, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem. Material longsor menutupi jalan raya menyulitkan pengendara melintas.

Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Karangasem, I Ketut Sedana Mertha, terjun memantau banjir sambil menyingkirkan sampah yang hanyut. Sedana Mertha juga memantau jembatan penghubung Banjar Asak dengan Banjar Gede, Kecamatan Karangasem yang berpotensi jebol. “Bagian bawahnya telah terkikis,” kata Sedana Mertha. Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengakui banyaknya bencana menyebabkan petugas kewalahan. “Nanti kami tangani bencana itu setelah hujan reda,” kata Ida Bagus Ketut Arimbawa. *k16

loading...

Komentar